Kanal City Way Krui Nipah, Primadona Kawasan Wisata Pesisir Barat Lampung

398

berantasonline.com (Krui Lampung)

Daerah Wisata Krui Pesisir Barat Lampung diharapkan akan dapat menyaingi Pulau Dewata Bali sebagai kawasan wisata nasional Indonesia yang tersohor diseluruh jagat Mancanegara.

Bupati Pesisir Barat Lampung Dr. H. Agus Istiqlal belum lama ini melalui Pj. Kabag Ekonomi dan Pembangunan Tanwir, SE.MM memaparkan beberapa hari lalu diruang kerjanya, bahwa Kabupaten Pesisir Barat sebagai negerinya para Saibatin dan Para Ulama, sangat kaya dengan berbagai corak seni budaya dan berbagai ragam kesenian, sehingga perlu dikembangkan dan digali secara professional dan tidak henti-hentinya.

Tanwir mengatakan, Daerah Pesisir Barat Lampung sebagai daerah sekelas Bali bahkan mempunyai berbagai kelebihan yang perlu ditingkatkan pembinaan dan pengelolaannya.

“Seperti Program Pembangunan Kanal City Way Krui Nipah dilokasi Pekon (Desa) Pasar Krui sepanjang 8 km dan lebar 20 meter diharapkan kedepannya akan menjadi andalan bahkan menjadi Primadona Kawasan Wisata Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung nantinya”, ujarnya.

Dengan dibangunnya Kawasan Kanal City Way Krui Nipah sebagai Lokasi Wisata Air akan dapat menyamai Holland di Belanda dan Kota Paris di Perancis, sehingga daerah Wisata Krui akan menjadi Daerah Wisata Air dengan kendaraan dan perahu yang hilir mudik diminati para Wisatawan, yang akan disuguhi berbagai acara pertunjukan kesenian daerah dan akan memukau para Wisatawan lokal maupun Mancanegara.

Berbagai kesenian lokal Pesisir Barat seperti tari bingi, tari kipas, tari bebai nyuncun pahar, pencak silat, arak arakan pengantin dengan alam gemisernya, dan berbagai bentuk kesenian tradisional lainnya yang perlu dikembangkan.

Tentunya pembangunan Kanal City Way Krui Nipah ini akan menghabiskan biaya sedikitnya puluhan bahkan Ratusan Miliar rupiah melalui Dana APBD/APBN atau mendatangkan Investor yang berminat dalam dunia Pariwisata.

Mengenai besarnya prakiraan biaya dan kebutuhan Proyek Pembangunan Kawasan Wisata ini, seyogyanya Dinas PUPR dapat menjelaskan detail rancangan dan rencana pembangunan.

Namun Kepala Dinas PUPR Jalaluddin menghindarkan diri dan bersembunyi dengan alasan
sakit saat hendak ditemui Wartawan berantasonline.com, sehingga kebijakan Kepala Daerah tidak bisa di ketahui oleh publik.

Rencana besar Bupati Pesisir Barat belum bisa dilansir media massa karena buruknya kinerja Dinas PUPR Kab Pesisir tersebut.

(benk/red.1)