Kadis Indagen Kab Pinrang Ancam Cabut Izin Pangkalan Gas Nakal

100

berantasonline.com (Sulsel) – Persoalan kelangkaan serta mahalnya harga gas elpiji 3 kg yang terjadi beberapa pekan terakhir, dinilai sangat meresahkan masyarakat.

Kejadian ini semestinya bisa diantisipasi, pasalnya, diantara beberapa kabupaten di Sulsel hanya Pinrang lah yang disuplai oleh 6 agen penyalur, terbilang banyak dibanding daerah lain.

Dari pantauan berantasonline.com pada pertemuan Rapat koordinasi Gas Elpiji 3 Kg se kabupaten Pinrang yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Jumat (25/8), terungkap berbagai masalah yang ditengarai menjadi pemicu kelangkaan dan mahalnya harga barang ini dimasyarakat.

Diantara problem yang sering dimunculkan dalam pertemuan tersebut, tabung gas jenis ini banyak disalurkan tidak tepat sasaran alias dimonopoli oleh pelaku usaha yang diluar ketentuan membuat stok di pangkalan cepat habis, juga maraknya ulah pengecer yang menaikkan harga seenaknya yang berimbas pada mahalnya tabung dimana-mana.

Sedangkan di sejumlah pangkalan terungkap masalah pendistribusian yang pilih kasih hingga menjual harga diatas ketentuan HET ikut menjadi pemicu utama padahal semestinya peran pangkalan ini sangat penting dalam mengatur penjualannya dimasyarakat karena sebuah pangkalan itu diberi izin secara resmi dari pemerintah untuk menjual langsung dimasyarakat.

Lantas bagaimana di tingkat Agen penyalur, dalam pertemuan ini juga muncul masalah karena selaku agen yang menyalurkan ke pangkalan tersebut semestinya berlaku fair dan tegas terhadap pangkalannya yang nakal sebab bila masalah ditemukan ditingkat pangkalan maka pihak PT. Pertamina tidak akan segan beri sanksi dengan mengurangi jumlah pasokannya yang secara otomotis merugikan si agen dan masyarakat dengan keterbatasan barang ini di pasaran.

Pemda Pinrang yang diwakili Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi melalui Kepala Dinasnya H. Hartono Mekka dengan tegas akan beri sanksi pencabutan izin terhadap pangkalan yang nakal. “Bila setelah pertemuan ini masih ada pangkalan yang melanggar maka akan langsung kami cabut izinnya, dan ini seius”, kata Andi Tino sapaan akrabnya.

Olehnya dia meminta agar pangkalan tidak menjual harga diatas Rp.16.000 sedang untuk para pengecer dirinya dengan tegas meminta supaya dijual dgn harga tidak diatas Rp. 20.000.

Pihak kepolisian yang diwakili Kanit Tindak Pidana Ekonmi juga hadir dalam pertemuan ini membeberkan sejumlah temuannya dilapangan yang tentu saja bila terus dibiarkan setelah ditegur akan berujung pidana, “Kalau memang masih ada masalah yang muncul setelah hari ini terutama ditingkat pengecer karena memang tidak dikenal dalam aturan, maka kami minta untuk dilaporkan karena perbuatan tersebut bisa di jerat pidana sesuai ketentuan yang ada”, himbaunya.

Hadir dalam pertemuan ini antara lain Kadis Indagen Pinrang Drs. H. Hartono Mekka. M.Si, Asisten Bupati bidang Ekonomi Chandra Yasin, Kabag Ekonomi Setda Amran, BE., Sekretaris HISWANA MIGAS wilayah Parepare H. Ibrahim Mukti, Kanit Tindak Pidana Ekonomi Polres Pinrang, Para Agen serta ratusan Pangkalan yang ada di daerah ini.

(JAY)