Kades Rangdu Mulya Karawang Akui Perintahkan Potong Uang Bansos Guru Ngaji

588

Berantasonline.com (Karawang)

Aksi pemotongan gaji atau uang bantuan sosial bagi sejumlah guru ngaji di Desa Rangdu Mulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, akhir-akhir ini menimbulkan masalah dan salah pengertian.

Kades Rangdu Mulya, Abdul Azis berdalih pemotongan tersebut untuk pemerataan kepada guru yang belum memperoleh bantuan.

Diperoleh keterangan, bantuan sosial kepada Guru Ngaji sebesar Rp 1.500.000 per orang, yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Karawang tahun anggaran 2021.

Salah satu guru ngaji penerima bantuan berinisal T menuturkan, pemotongan dilakukan berdasarkan perintah Kepala Desa sebesar Rp 500.000, jadi yang diterima hanya Rp 1 juta, dengan alasan untuk diberikan kepada guru ngaji lainnya agar ada pemerataan.

“Ya mau gimana lagi orang pak RT Notor datang kerumah, uang tersebut dimintanya sebesar Rp 500 ribu, tapi ya sudahlah biarkan saja”, kata T saat dikonfirmasi Wartawan (27/04-2021).

Kades Abdul Azis ketika dimintai penjelasan terkait pemotongan bansos guru ngaji menjelaskan, “Memang benar itu perintah saya, dengan tujuan agar para guru ngaji lainya yang tidak terupdate bisa merasakan bantuan juga”, ucapnya.

Kades sambil memperlihatkan data kembali menjelaskan, dari 25 lebih guru ngaji diwilayahnya, terdapat 17 orang guru ngaji yang tidak mendapatkan bantuan sosial karena tidak terupdate. “Yang mendapat bantuan diambil sebesar Rp 500.000 agar ada penyeragaman”, kata Kades.

Sayangnya, langkah yang diambil oleh Kades tersebut ternyata dilakukan tanpa sosialisasi dan musyawarah terlebih dahulu bersama BPD maupunoun LPM, agar tidak berbenturan dengan aturan pemerintah setempat.

Setelah menjadi sorotan media, Berita Acara pemotongan bantuan guru ngaji sebesar Rp 500 ribu baru dibuat pada Rabu (28/4), artinya bantuan telah dipotong sebelum kesepakatan dilakukan.

(Yusup/red.1)