Joko Tjandra Bakal Dijerat Kasus Surat Palsu dan Penyuapan

25

berantasonline.com (Jakarta)

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD, Jumat (1/8) di Jakarta menegaskan, terpidana perkara pengalihan hak tagih utang atau cessie Bank Bali, Joko Tjandra sangat mungkin bakal dijerat dengan tindak pidana lain.

Menurut Menko Polhukam dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sejumlah dugaan tindak pidana yang bisa dikenakan kepada Joko Tjandra diantaranya penggunaan Surat Palsu dan Penyuapan kepada Pejabat yang melindunginya.

Mahfud mengatakan, Joko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara dua tahun. Oleh karena tingkahnya, dia harus diberi hukuman hukuman baru yang jauh lebih lama, pejabat pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan.

“Publik harus turut mengawal kasus ini, siapa yang memberikan karpet kepada dia saat saat itu sehingga bisa kabur sebelum hakim mengetukkan vonis, limbah mafia ini sudah lama ada, perlu kesadaran kolektif”, ujarnya.

Terkait dugaan penyuapan pejabat, menurut Mahfud, Joko Tjandra diduga melakukan tindak pidana korupsi.

(bust)