Jelang KBM Tatap Muka, Sejumlah SDN di Kota Bogor Belum Dilengkapi Alat Prokes

46

berantasonline.com Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai 11 Januari 2021 ditengah pandemi covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Namun hal itu ditanggapi beragam oleh para kepala sekolah. Ada yang siap dan ada pula yang belum siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Umumnya para kepala sekolah mengeluhkan ketersediaan fasilitas alat protokol kesehatan sebagai mana yg diisyaratkan Walikota Bogor. Kepala SD Negeri Bantar Kemang 6, Setyaningsih, bersama beberapa Kepala SD Negeri di Bogor Timur, nampak setengah menjalankannya.

“Rasanya kami belum siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi corona seperti sekarang ini“, katanya, Rabu (25/11/2020).

Sekolah kami, ujar Setyaningsih, belum memiliki kelengkapan alat alat protokol kesehatan yang diisyaratakan Pemkot Bogor. “Sehingga kami belum berani untuk menjanjikan kegiatan tatap muka mulai tahun depan”, ujarnya.

“Sebenarnya kami juga ingin agar kegiatan belajar mengajar dengan sistem tatap muka ini, segera dilaksanakan dan itu merupakan dorongan dari para orang tua siswa, kami belum siap untuk melaksanakan program itu”, tuturnya.

Agus Setyaningsih justeru bertanya, “Kalau ingin melengkapi kebutuhan alat alat kesehatan seperti itu, saya harus mengajukan proposal kemana. Jangan sampai nanti dianggap salah atau melanggar aturan penggunaan anggaran lagi. Saya rasa dalam kondisi seperti ini, rasanya kurang memungkinkan”, imbuhnya.

Kesiapan para Kepala Sekolah Negeri ini, berbeda dengan sekolah lainnya di Bogor Timur. Menurut Kepala SD Pertiwi, Miptahudin, sekolah yang dipimpinnya sudah sangat siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sebagaimana yang direncanakan Pemkot Bogor.

“SD Pertiwi, sangat siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Kesiapan itu tentunya sudah kami lakukan beberapa bulan terakhir ini” kata Miptahudin.

Terkait penyedian alat alat kesehatan bagi para siswa. SD Pertiwi telah mempersiapkan berbagai penunjang fasilitas kesehatan untuk para siswa, mulai dari tempat cuci tangan, penyediaan Hand Sanitizer, alat pengecek suhu tubuh serta ruang kelas yg berjarak” ulasnya.

Selain itu, kata Miptahudin, pihaknya telah berkoordinasi dan berkonsultasi baik dengan para guru, para orang tua siswa, maupun dengan Komite Sekolah.

“Mereka sudah menyatakan siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tinggal disesuai kan saja dengan programnya Dinas Pendidikan Kota Bogor”, pungkasnya.

(Ii Syafri)