Jangan Kaitkan Bom Bunuh Diri Di Makasar Dengan Agama

191

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapori Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi.

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya,” kata presiden Jokowi dalam pernyataan resminya, Minggu sore.

Menurut Kepala Negara, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan semua ajaran agama menolak terorisme apa pun alasannya.

“Seluruh aparat negara tidak akan membiarkan tindakan terorisme” kata presiden.

Oleh sebab itu, kepala negara juga meminta masyarakat tetap tenang untuk menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut.

Presiden pun mengutuk keras aksi terorisme yang mengakibatkan 14 korban tersebut.

“Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kebinekaan,” ucap presiden Jokowi.

“Untuk para korban yang luka-luka, kita mendoakan agar segera diberikan kesembuhan dan negara menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban,” ucap dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono sebelumnya menjelaskan, dua orang diduga menjadi pelaku aksi teror di Gereja Katedral.

Menurut keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, aksi bom bunuh diri dilakukan pada pukul 10.20 Wita, setelah umat Katolik gereja tersebut menjalankan ibadah, diduga pelakunya ada dua orang, korban luka-luka atas insiden tersebut mencapai 14 orang.

“Jadi setelah kita lakukan cek TKP kemudian kita mencari beberapa informasi yang berkaitan dengan ledakan tadi memang kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (28/3).

Dalam keterangan yang terpisah, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menyebut peristiwa ini sebagai tindakan yang tidak bisa ditolerir.

Anwar Abbas menjelaskan, tindakan pelaku tersebut tidak ada kaitannya dengan agama atau suku tertentu.

“Tindakan ini jelas-jelas tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat – sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama mana pun yang diakui di negeri ini,” kata Anwar, Minggu (28/3/2021).

Achmad Hudori