Jakarta Dikuasai Kartel Kremasi Jenazah Covid, Dibandrol 45 – 65 Juta

845

Jakarta, BERANTAS

Banyaknya korban yang meninggal karena Pandemi Covid-19 dimanfaatkan menjadi ajang untuk mencari keuntungan yang sangat tidak wajar. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Bermula dari curhatan dua warga Jakarta Barat yang bernama Martin di media sosial, dalam tulisanya Martin mengatakan seorang petugas yang mengaku dari Dinas Pemakaman Jakarta yang menghampirinya pada Senin 12 Juli 2021.

Pada hari itu ibunda Martin meninggal akibat Copid – 19 di salah satu rumah sakit dan harus dikremasi.

Petugas ini menawarkan bantuan akan mencarikan krematorium untuk ibu Martin. Kremasi dapat dilakukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan tarif Rp 48,8 juta.

Martin heran sebab, tarif kremasi kakaknya yang meninggal enam pekan lalu tak sampai Rp10 juta. Begitu juga dengan harga kremasi dua anggota keluarganya yang meninggal akibat Covid-19 dua pekan lalu hanya mengeluarkan biaya Rp 24 juta per orang.

Saat menghubungi hotline berbagai krematorium di Jabodetabek, kebanyakan tidak ada yang mengangkat sementara ada yang mengangkat jawabnya sudah Full, tulis Martin.

Lalu Martin menghubungi pengurus kremasi sang kakak, pengurus itu menawarkan kremasi di Cirebon dengan harga Rpv45 juta. Jasa kremasi lainnya juga membanderol harga tinggi, yakni dari Rp 45 hingga 65 juta per jenazah Covid-19.

Mau tidak mau keluarga Martin menerima tawaran kremasi di Karawang dikarenakan pihak rumah sakit mendesak agar jenazah segera dipindahkan. Namun, petugas itu mengatakan tak ada lagi slot kremasi di Karawang.

Tak lama kemudian orang yang dimaksud menelepon dan mengkhabarkan dapat slot untuk lima hari ke depan, di krematorium pinggir kota dengan harganya Rp65 juta. Segera kami mengerti bahwa kartel telah menguasai jasa mengkremasi sanak family korban Covid-19 dengan tarif Rp 45 sampai dengan Rp 65 juta,” jelasnya.

Besok paginya, 13 Juli 2021, jenazah ibu Martin tiba di krematorium Cirebon pukul 09.30 WIB. Jenazah sang ibu dibawa dengan mobil jenazah yang berisikan dua peti. Artinya, satu mobil mengangkut dua jenazah.

Sedangkan pengurus krematorium di Cirebon mengatakan harga paket kremasi hanya Rp 2,5 juta. Namun karena adanya pemakaman dengan protokol Covid-19, pengurus kremasi harus menyediakan alat pelindung diri (APD) dan penyemprotan disinfektan. Biaya tambahannya hanya beberapa ratus ribu rupiah.

“Betapa nyamannya kartel ini ‘merampok’ keluarga yang berduka,” tegas Martin.

Cerita “mafia” kremasi jenazah Covid-19 tak berhenti di sini. Martin menuturkan, istrinya mendapat kabar kenalannya yang meninggal akibat Covid-19 pada Sabtu pagi, 17 Juli 2021. Jenazah Covid-19 semula akan dikremasi, tapi batal. Sebab, tarif kremasi dipatok Rp 80 juta. “Itupun harus tunggu beberapa hari lagi. Akhirnya diputuskan dikubur di Rorotan (Jakarta), gratis dibiayai pemerintah,” tulis Martin

Sementara itu Anggota Komisi E Bidang Kesra DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah yang mendapatkan laporan dua warga Jakarta soal dugaan kartel kremasi jenazah Covid-19. Dua warga ini memberitahukan cerita serupa, yaitu harga paket kremasi jenazah Covid-19 naik berkali lipat menjadi Rp 45 juta hingga Rp 65 juta.

“Saya cek memang kremasi banyak dikuasai swasta dan mereka menaikkan harganya berkali-kali lipat,” kata dia saat dihubungi, Minggu, 18 Juli 2021.

Achmad Hudori