Iwan Kusmawan : FPII Segera Laporkan Panitia BSF CGM Ke Polisi

66

berantasonline.com (Bogor) – Penasehat Hukum Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Bogor, Iwan Kusmawan, SH menegaskan FPII segera melaporkan oknum panitia Bogor Street Fest (BSF) CGM 2019 ke Polisi.

“Panitia Bogor Street Fest CGM 2019 akan segera dilaporkan ke Polisi karena diduga telah melakukan diskriminasi dan perbuatan tidak menyenangkan di depan umum terhadap anggota FPII Korwil Kota Bogor,” tegas Iwan Kusmawan saat pertemuan bersama pengurus FPII Korwil Kota Bogor, Rabu (27/2).

Protes keras tersebut dilakukan, kata Kang Iwan dikarenakan pihak panitia sampai saat ini belum nampak sama sekali untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Padahal surat prihal klarifikasi sudah dilayangkan FPII kepada ketua Panitia CGM.

Penasehat Hukum FPII Iwan Kusmawan, SH bersama pengurus FPII Korwil Kota Bogor

“Kami mengecam keras oknum panitia CGM dengan adanya insiden tersebut. Dan FPII melakukan protes keras dengan melayangkan surat kedua. Jika surat kedua pun tidak di respons maka kami akan membuat Laporan Polisi (LP) agar segera dilakukan tindaknya,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Jaringan Informasi dan Advokasi Masyarakat ini menjelaskan adanya intimidasi, diskriminasi dan kriminalisasi terhadap media dan wartawan, Iwan mengatakan FPII tidak tinggal diam dalam membela hak dan kebenaran untuk menegakan UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Kami berikan batas waktu 3 x 24 jam untuk menjawab surat kedua. Jika panitia CGM belum juga merespons surat kedua, maka tahap selanjutnya kami akan melakukan LP dan aksi turun kejalan tepatnya di depan Vihara Dhanagun Bogor untuk mendapatkan kepastian hukum,” tandas Kang Iwan.

Lebih lanjut Kang Iwan mengatakan wartawan dari organisasi mana pun khususnya di wilayah Kota Bogor jika ada yang mendapatkan perlakuan yang bertentangan dengan UU Pers, maka FPII tidak akan tinggal diam jika dibutuhkan dan selama wartawan tersebut berada di pihak yang benar, bertugas sesuai kode etik jurnalistik dan UU yang berlaku,” pungkasnya.

(Manan)