Hampir Sepekan, TRC Karta “Mandiri” Kel. Benteng Utara Sisir Pantai, Cari Jejak MT Nanse Bangzod

15

berantasonline.com (SULSEL) – Bulan Suci Ramadhan 1440 H, tidak menjadi batu sandungan bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) Karang Taruna “Mandiri” Kelurahan Benteng Utara, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan melakukan Misi kemanusiaan dengan menggelar kegiatan penyisiran pantai untuk mencari dan mengumpulkan barang-barang terdampar pasca menghilangnya kapal MT Namse Bangdzod yang mengalami lost contact dalam perjalanan pelayaran route Sampit, kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, pada tanggal, 28-12-2018 silam.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Karang Taruna “Mandiri” Kelurahan Benteng Utar, Fadly Syarif, S.I.KOM, menyebut, penyisiran dilakukan sudah hampir sepekan, pasca diterimanya konfirmasi balik dari pihak keluarga korban terkait dengan tak kunjung ditemukannya kapal MT Namse Bangdzod bersama kedua belas anak buah kapal (ABK).

Penyisiran dititik fokuskan pada pencarian property berupa pakaian dan barang-barang lain yang memiliki keterkaitan dengan kapal MT Namse Bangdzod.

Selain mencari dan mengumpulkan barang-barang property pakaian milik anak buah kapal (ABK), kegiatan penyisiran juga difokuskan pada upaya pencarian identitas atau tanda pengenal, baik KTP, SIM, STNK dan identitas lain yang terkait dengan anak buah kapal MT Namse Bangdzod.

Fadly menandaskan, kegiatan penyisiran difokuskan di sepanjang area pantai barat kota Benteng, terutama di bibir pantai jembatan Metro Bua-Bua sampai ke jembatan Appabatu, Kelurahan Benteng Utara.

Dari kegiatan penyisiran tersebut, tim berhasil mengamankan berbagai jenis barang temuan, berupa perlengkapan dapur, dispenser, televisi, tas, dan property pakaian. Namun sayang, tak satupun barang yang kemudian dikenali oleh pihak keluarga sebagai barang kapal ataupun property milik korban.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait dengan barang-batang temuan yang dihasilkan dari kegiatan penyisiran. Namun sayang, karena tak satupun barang temuan yang bisa diidentifikasi oleh pihak keluarga korban”, terangnya melalui press realese yang dilayangkannya kepada wartawan, hari Kamis, (9/05).

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah mantan anak buah kapal MT Namse Bangdzod terkait dengan penemuan life jacket dan life boy, serta barang lain yang terdiri atas perlengkapan dapur, seprei dan sarung bantal.
Akan tetapi, penemuan tersebut kembali dimentahkan dengan pernyataan mantan ABK kapal yang menyatakan, hampir semua life jacket dan lifeboy milik kapal MT Namse Bangzod menggunakan markim. Temuan alat dapur, seprei dan sarung bantalpun, sama sekali tidak dikenali oleh mantan anak buah kapal (ABK)”, terang Fadly Syarif.

(Hms Karta Mandiri)