Haedar Ahmad, Calon Kades Muda Pinrang Bertekad Majukan Desa Padakkalawa

140

berantasonline.com (SULSEL) – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Padakkalawa, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang akan digelar dalam bulan Februari ini serentak di 49 desa lainnya di daerah ini ada 5 calon kades yang akan ikut berkompetisi yang semuanya adalah putra terbaik desa.

Salah satu kandidat Kepala Desa Padakkalawa nomor urut 3 yakni Haedar Ahmad, dengan mengemban visi ‘ Bersama Membangun Desa’ ini  bertekad ingin memajukan desa Padakkalawa di berbagai sektor.

“Saya siap maju dan tekad saya sudah bulat untuk membawa  Desa Padakkalawa ini maju di berbagai sektor,” Kata calon Kades yang juga berlatar belakang Santri ini kepada Berantas Online Minggu (17/2/2019).

Ia menganggap, penduduk Desa Padakkalawa yang heterogen terdiri dari berbagai kultur masyarakat perlu memiliki persamaan persepsi. Supaya, apa yang diimpikan sebagai desa maju terwujud.

“Dan ini akan bisa terwujud jika seluruh elemen yang ada bisa bersinergi dan bekerja sama,” harapnya.


Menurutnya, kalau sebelumnya masyarakat pada umumnya konsumtif, kedepan, ia akan kelola potensi yang ada sehingga masyarakat lebih produktif. Selain itu pembinaan sosial dan pemberdayaan masyarakat akan terus digalakkan , serta upaya pembangunan infrastruktur yang baik, merata dan berkeadilan.

“Miniatur pembangunan Desa Padakkalawa ke depan juga wajar dituangkan dalam konteks ekonomi kerakyatan, dimana perekonomian itu berasal dari rakyat, oleh rakyat dan kembali ke rakyat,” imbuhnya.

Untuk itu, Haedar yang notabene calon termuda dalam perhelatan pesta demokrasi pilkades Padakkalawa, dengan misi ‘Siap Mengawal Perubahan’, kebijakan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah pusat. “Kebijakan pemerintah akan saya kawal dan akan kita kombinasikan dalam membangun Desa ini lebih maju lagi,” bebernya.

Jadi, lanjut pria yang juga kini menjabat sebagai Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pinrang, menciptakan perubahan yang lebih baik itu sangat penting. Bukan hanya ‘lip service’ atau kepiawaian mulut saja, tetapi bukti dan karya nyata kepada masyarakat. Seorang kepala desa harus mengerti kepentingan warganya dari hati nurani yang paling dalam.

“Inilah salah satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat, semoga niat baik saya ini di dengar dan dirasakan masyarakat, sehingga pada Pilkades yang akan digelar serentak pada 28 Februari  mendatang, saya dibantu dengan tulus,” pungkas calon kades yang mengusung tagline dari Santri Untuk Desa.

(JAY)