GUBERNUR BANTEN TETAPKAN TANGGAP DARURAT BENCANA

34

berantasonline.com (Banten) – Gubernur Banten H. Wahidin Halim telah menetapkan tanggap darurat penanganan bencana tsunami selat Sunda di wilayah provinsi Banten dari tanggal 27 Desember 2018 sampai dengan 9 Januari 2019.

Penetapan tersebut termaktub dalam keputusan Gubernur Nomor : 366/ Kep 350 – Huk/2018 tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana tsunami selat Sunda di wilayah provinsi Banten.

Keputusan tersebut berdasarkan kepada keputusan Bupati Pandeglang Nomor : 362/ Kep.425/2018 tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana tsunami di kabupaten Pandeglang dan kepuasan Bupati Serang Nomor : 360/ Kep 504- Huk/2018 tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana tsunami kabupaten serang.

Sebagaimana di ketahui tanggal 22 Desember 2018 wilayah pesisir barat provinsi Banten di terjang tsunami selat Sunda. Bencana tersebut menerjang wilayah kecamatan Anyer dan Cinangka di kabupaten serang serta kecamatan Carita, kecamatan labuan, kecamatan Panimbang, kecamatan suka resmi, kecamatan cigeulis, kecamatan cibaliung dan kecamatan sumur kabupaten Pandeglang.

Akibat bencana tersebut sampai dengan 27 Desember 2018 pukul 19.07 data badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) provinsi Banten menyebutkan sebanyak 306 orang meninggal dunia 709 luka luka 46 orang hilang 14.587 orang berada dalam pengungsian, sementara kerugian material mencapai 526 unit rumah rusak 33 unit roda empat 42 unit roda dua dan 14 Hotel/villa serta 60 warung kuliner 215 gazebo (ga jelas bo) dan 44 unit perahu.

Pemerintah provinsi Banten (pemprov) Banten sudah melaksanakan respon cepat dalam penanganan bencana tsunami tersebut, seluruhnya terkoordinasi dengan baik yang langsung di pimpin oleh Gubernur Banten dan wakil gubernur banten.Dengan segera mempersiapkan berbagai posko bantuan tersebut di seluruh area yang terkena bencana.

Dua jam sejak terjadi bencana Dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR) langsung menurunkan alat alat berat untuk menormalisasi berbagai akses jalan yang tertutup, sehingga distribusi dan penyaluran bantuan bisa lebih cepat.

Demikian pula posko kesehatan yang di tempatkan di setiap puskesmas yang di persiapkan obat obatan dan Tim medis serta dokter dari seluruh kota/ kabupaten yang ada di provinsi Banten, begitu pula dalam mempersiapkan berbagai sarana untuk tempat pengungsian dan dapur umum koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat serta di bantu pihak TNI, BNBP, KEPOLISIAN dan tim Basarnas serta institusi lainnya menjadikan evaluasi korban bencana dan penanganan korban hingga pengungsi terkoordinasi dengan baik.

Bahkan hingga penyediaan listrik yang padam sejak awal bencana telah dapat di pulihkan kembali hingga penyediaan pasilitas dan sarana komunikasi guna memudahkan Tim dan warga berkomunikasi.

Gubernur banten juga mengintruksikan agar penanganan ini terus dilakukan oleh seluruh instansi di bawahnya, selain itu melalui informasi yang update dari BMKG tetap memonitor kondisi gunung kerakatau itu sebabnya melihat kondisi tersebut Gubernur Banten memberikan himbauan dan meminta kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai dan menjauhi minimal radius satu kilometer dari pantai.

Dan kepada wisatawan untuk sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak di tentukan dan gubernur banten juga menghimbau warga tidak panik dan Tetap tentang, namun tetap waspada.

(Rais)