GMPU Kembali Mendemo Pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal

4890

berantasonline.com (Bogor) – Gerakan Masyarakat Pemersatu Ummat (GMPU) kembali melakukan aksi damai menolak ajaran mujasimah atau Wahabi yang bermarkas di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Senin (7/5/2018).

Aksi unjuk rasa damai dilakukan paska putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, (22/3) yang memenangkan Yayasan Pendidikan Islam Imam Ahmad Bin Hanbal terkait pencabutan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Jalan Pandu Raya, Kota Bogor.

“Kami masyarakat Bogor Utara umumnya masyarakat Kota Bogor demi mempertahankan aqidah Ahlussunnah Walja’amah Asy’ariah wali Maturidiyah menolak keras ajaran mujasimah atau wahabi/salafiyun pemecah belah ummat di Kota Bogor dan menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal yang dijadikan tempat jamaah ajaran tersebut,” ujar Koordinator Aksi Damai GMPU, KH Syamsudin, kepada berantasonline.com, Senin (7/5/2018).

KH Syamsudin menegaskan apapun alasannya ajaran tersebut harus keluar dari Wilayah Kota Bogor. Dan pembangunan Masjid yang dijadikan tempat jamaah mereka, pembangunanya harus dihentikan, baik memiliki IMB maupun tidak, kami tetap menolak.

Aksi unjuk rasa damai GMPU yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hambal berjalan tertib dan kondusif

Asisten Daerah (Asda) Pemerintahan Kota Bogor, Hanafi saat memantau dilokasi Aksi Damai GMPU mengatakan secara teknis pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal telah sesuai dengan prosedur. Namun dalam perjalananya, Pemkot Bogor berhak untuk mencabut atau membekukan ijin tersebut dikarenakan ada dua aspek, yaitu aspek teknis dan aspek sosial. Dan yang sekarang terjadi adalah aspek sosial yang harus dipertimbangkan oleh pihak pemerintah maupun yayasan.

“Pembekuan IMB pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal hanya enam bulan. Dalam waktu tersebut Pemkot menyarankan kepada pihak Yayasan Pendidikan Islam Imam Ahmad bin Hanbal untuk mencari solusi terbaik dengan masyarakat agar tidak bergejolak. Namun hal itu tidak dijalankan oleh yayasan, malah pihak yayasan mengajukan perkara pembekuan IMB tersebut ke PTUN di Bandung,” ujarnya.

Lanjut Hanafi, atas dasar tersebut Pemkot Bogor sedang mengajukan banding atas putusan PTUN yang memenangkan pemohon dari Yayasan Pendidikan Islam Imam Hambal.

“Dalam banding tersebut Pemkot mengajukan kepada PTUN untuk mencabut ijin pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal dan sekarang dalam proses penyusunan memori banding,” jelas Hanafi. (Manan)

Tim dari Muspida dan Muspika Kecamatan Bogor Utara sedang mendiskusikan terkait aksi unjuk rasa damai GMPU yang menolak pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal.