Getaran Pembangunan Double Track Rusak Rumah Warga

33

Bogor, BERANTAS

Akibat Dampak pembangunan double track lintas Bogor – Sukabumi, sejumlah rumah warga Kampung Parung Jambu di RT 01 dan RT 03 RW 10 Kelurahan Empang Bogor Selatan retak-retak.

“Warga telah menyampaikan keluhan pada ketua RW setempat, sebulan lalu, namun tak membuahkan hasil” kata Sukma Wijaya salah seorang warga Kampung Parung Jambu pada wartawan, Senin (27/9/2021) siang.

Menurutnya retak rumah warga akibat beban kendaraan yg lalu lalang dengan muatan over tonase. Selain retak, warga merasa terganggu deruan mesin kendaraan dan sangat menggangu, namun warga tak dapat berbuat banyak.

“Kami khawatir rumah kami rubuh, karena retak di dinding semakin hari semakin besar, kemana kamu mengadu,” katanya. Pihaknya berharap rumah warga tidak sampai rubuh, karena beban kendaraan terlalu besar menerima getaran pembangunan double track, setiap hari, siang malam.

“Kami berharap, ada perhatian dari pemborong untuk memperbaiki rumah kami yang rekat,” tegasnya.

Sementara Humas Pemborong Pembangunan Dauble track paket dua, Empang- Batutulis, Gegi Adinata saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melaporkan keluhan warga pada atasan. “Kami (Pihaknya) juga berjanji, akan melakukan cek lokasi, ingin mengetahui sejauh mana kerusakan yg terjadi.” ujarnya.

“Karena saya tak memiliki kewenangan, maka keluhan masyarakat akan saya tampung dan akan disampaikan pada atasan,” tutur Gegi.

Lurah Empang Bogor Selatan, Rudi, saat dihubungi berjanji akan menyampaikan Keluhan warganya kepada pihak kontraktor.

Menurut Rudi, sebelum pembangunan pihaknya telah mengingatkan pada kontraktor untuk memperhati kan rumah penduduk yang berdekatan dampak pembangunan double track. “Kita akan sampaikan keluhan warga pada pemborong”, kata Rudi.

(Ii Syafri/red.23)