Firasat Seorang Balita Melarang Ayahnya Pergi Bertugas di KRI Nanggala 402

1440

“Sedih, memang sedih jika melihat video anak balita yang viral di media sosial.

Video itu menayangkan seorang anak balita yang berusia 2.5 tahun, yang merengek melarang ayahnya keluar kamar. Meski ayahnya sudah membujuk, bocah itu tetap bersikeras menahan ayahnya untuk tidak pergi sambil memegang gagang pintu kamar.

Sang ayah bernama Lettu Imam Adi yang akan bertugas di KRI Nanggala – 402 dan video itu direkam oleh istri Lettu Imam Adi dan beredar pada Sabtu (24/04/2021).

Video tersebut menjadi viral setelah KRI Nanggala – 402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu dinihari (21/04/2021).

Dalam hal ini Keluarga Lettu Imam Adi menanggapi video yang sedang viral tersebut yang direkam sebelum keberangkatan Lettu Imam Adi bersama KRI Nanggala – 402.

“Iya, itu anak saya (Imam Adi) bersama cucu saya,” tutur Abah Edy ayah dari Lettu Imam Adi yang bernama Edy Sujianto yang panggilan akrabnya Abah Edy.

“Yang merekam ialah istri Lettu Imam adi, yang kemudian membagikan video tersebut ke whatsapp Abah” kata Abah Edy.

Abah Edy sempat heran melihat tingkah cucu balita berusia 2,5 tahun yang tak mengizinkan sang ayah pergi. Sebab, tindakan cucunya itu tak seperti biasanya.

“Biasanya kalau dipamiti ya biasa saja, tutur dia. Namun, di hari itu cucunya seolah – olah tidak mengizinkan Lettu Imam Adi pergi, sampai – sampai pintu kamarnya ditutup, tidak boleh pergi”, sambung Abah Edy

Abah Edy tidak ingin berpikir yang macam-macam dan tak ingin mengkait-kaitkan video tersebut dengan peristiwa yang dialami Lettu Imam.”Mungkin hanya kebetulan saja,” ujarnya.

Dalam jumpa persnya di Bali Minggu (25/04/2021)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyimpulkan: berdasarkan “bukti-bukti” yang didapatkan dari “citra bawah air” KRI Rigel dan MV Swift Rescue dari Singapura yang melakukan pencarian hingga Minggu pagi.

Disebutkan bahwa bukti-bukti itu antara lain bagian luar kapal, kemudi vertikal belakang, jangkar, hingga baju keselamatan awak kapal selam.

“KRI Rigel telah melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi tersebut menggunakan multibeam sonar dan magnetometer,” kata Hadi Tjahjanto.

“Dan telah menghasilkan citra bawah air yang lebih detil. MV Ship Rescue juga telah menurunkan ROV-nya untuk memperkuat citra bawah air secara visual menggunakan kamera,” paparnya.

Dari upaya itu, menurutnya, telah diperoleh citra yang telah konfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala-402.

“Meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain, termasuk baju keselamatan awak kapal,” ungkap Hadi.

‘Seluruh awak KRI Nanggala-402 telah gugur’
Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, Panglima TNI menyatakan, bahwa “KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” kata Hadi, dalam jumpa pers di Bali.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono, mengatakan temuan mereka menyebutkan bahwa “kapal selam terbelah menjadi tiga bagian” di dasar laut di kedalaman sekitar 838 meter.

“Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian,” kata Yudo Margono dalam jumpa pers bersama Panglima TNI.

Di hadapan wartawan, Yudo memperlihatkan citra visual beberapa bagian dari badan kapal selam tersebut, termasuk baju keselamatan awak kapal berwarna oranye.

“Biasanya ini diletakkan dalam kotak, tapi ini bisa lepas, berarti ada kedaruratan, sehingga diambil dari kotak dan dipakai,” kata Yudo.

Kemungkinan, sambungnya, awak kapal itu belum sempat memakainya, kondisinya sudah darurat sehingga terlepas.

Ditanya wartawan apakah kapal selam Nanggala akan diangkat ke atas? Yudo Margono mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk mengangkatnya.

Dia mengatakan sudah ada sebuah badan dari luar negeri yang menawarkan untuk mengangkatnya.

“Namun demikian, ini perlu keputusan pemerintah, saya akan mengajukan ke Panglima TNI yang nanti secara berjenjang ke atas. Kalau sudah ada keputusan dari pemerintah, akan kita angkat kapal itu,” ujarnya.

Achmad Hudori