Fahriza Luncurkan Novel Digital Catatan Kobra

77

Berantasonline.com Kota Bogor – Melatih minatnya dibidang tulis menulis, seorang mahasiswa bernama Fahriza Nugraha dari Universitas Pakuan Bogor, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Ilmu Komunikasi menerbitkan novel digital pertamanya yang berjudul “Catatan Kobra” dengan genre tentang persahabatan dan cerita yang mengedukasi. Novel tersebut ia terbitkan dalam bentuk E-book di akun botolijodot.wordpress.com, Jum’at (16/11/2018).

Novel tersebut adalah cerita nyata, bukan fiksi yang berlatarbelakang Kota Bogor, dan novel tersebut juga bercerita tentang guru honorer yang mempunyai metode pembelajaran yang sangat kreatif.

Menurut Fahriza Nugraha, mengenai catatan ini, jauh dari kata sempurna, masih banyak sekali kekurangan ini. Dirinya belum siap untuk depresi bilamana menjadi seorang yang perfectionist. Dirinya hanyalah pendengkur yang senang bercerita, dan sedang melatih minatnya di bidang tulis menulis.

“Ceritanya ngalor ngidul kemana-mana, yang ejaannya tak sesuai dengan EYD, dan benar-benar pincang. Aku menyadari itu semua. Tapi, ya begitulah aku,” kata Fahriza kepada pewarta melalui pesan whatsapp, Sabtu (17/11).Saat disinggung mengapa novelnya terbit dalam bentuk E-book tidak dicetak dalam bentuk buku, Fahriza, mengungkapkan, “oh, ya.. pertanyaan itu sering kali muncul dari kebanyakan rekan-rekanku ketika aku mulai membocorkan mengenai novel yang telah kutulis selama berbulan-bulan ini akan kuterbitkan secara digital,” sambungnya

“Ah, tapi aku punya alasan sendiri yang begitu bulat kenapa pada akhirnya novel ini kuterbitkan melalui digital. Jadi begini, kawan! Pikirku, semua orang punya hak untuk membaca,”

Kemudian, Fahriza memaparkan, katanya literasi di negera ini benar-benar lemah?Dirinya sepakat, sejauh ini risetnya di dalam lingkungan kerabatnya yang enggan membaca. Mereka memiliki alasan yang menyatakan bahwa harga buku itu tinggi. Mending uangnya dibelikan untuk keinginan yang lain.

Ironi memang. Namun mau bagaimana pun kenyataannya memang budaya membeli buku itu sedikit asing untuk masyarakat luas. Maka dirinya memikir, bilamana novel tersebut ia cetak ke dalam buku, pertanyaan pertama yang muncul di kepalanya adalah: “Bagaimana kalau sekiranya ada orang yang ingin sekali membaca novelku, namun karena harga cetakan bukuku itu mahal dan orang tersebut jadi mengurungkan niatnya?” ujarnya.

Lanjut Fahriza, tingkat minat baca masyarakat Indonesia begitu lemah. Jadi dirinya memikir ada baiknya bilamana untuk membantu minat baca masyarakat yang katanya enggan membaca buku karena harga buku mahal. “Dengan menerbitkan novel pertamaku yang bertajuk Catatan Kobra ini melalui E-book yang dapat diunduh secara gratis dan langsung tersimpan di dalam Gadget-mu yang dapat dibaca kapan pun kau mau. Di mana pun tempatnya. Serta boleh pula dengan siapa kau membacanya. Karena dewasa ini, selain pakaian, Gadget pun begitu; sama-sama tak bisa terlepaskan di keseharian,” lanjutnya.

Catatan Kobra, diharap dapat menjadi pelajaran agar kedepannya ia dapat menulis lebih baik lagi. “Bukan, bukannya aku ngotot dan terburu-buru membuat buku. Sebetulnya buku ini sempatku tulis di tahun 2012 yang akhirnya terbengkalai karena banyak alasan,” ungkapnya.

(DG79)