Empat Hakim PN Medan Ditangkap KPK, Barang Bukti Uang Rp 139,5 juta Disita

111

berantasonline.com (Jakarta) -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/8) menangkap empat orang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, masing masing Marsudin Nainggolan (Ketua PN Medan), Wahyu Prasetyo Wibisono (Wakil Ketua), dan dua orang Hakim lainnya yakni Sontan Merauke dan Merry Purba.

Mereka ditangkap karena diduga telah terjadi tindak pidana korupsi di Medan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, “Kami telah mengingatkan berulang kali agar tidak coba coba untuk menerima suap dan korupsi”, ujarnya.

Dalam penangkapan tersebut, KPK menyita uang sebesar 13.000 dolar Singapura atau Rp 139,5 juta.

Keempat Hakim yang ditangkap tersebut diduga bukan yang pertama kali menerima uang dari pemilik PT. Erni Putra Terari, Tamin Sukardi yang tengah menjadi terdakwa perkara korupsi lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Perkebunan Nusantara II.

Dari 126 hektar tanah negara Ex PT. PN II itu, Tamin Sukardi telah menujual 74 hektar kepada PT. Agung Cemara Realty seharga Rp 236,2 miliar.

Dalam putusan yang dibacakan Majelis Hakim pada Senin (27/8), Tamin Sukardi dinyatakan bersalah dan divonis 6 tahun penjara meski Hakim Merry Purba berbeda pendapat.

Namun yang menjadi masalah dan dipersoalkan dan dituntut oleh Jaksa dikembalikan kepada negara, justru telah dikabulkan Hakim bahwa lahan itu tetap dikuasai oleh terdakwa Tamin Sukardi dan lahan 74 hektar tetap dimiliki PT. Agung Cemara Realty.

Setelah menangkap keempat Hakim PN Medan, tersebut Penyidik KPK juga dua Panitera kemudian menyegel meja kerja Sontan Merauke.

Humas PN Medan Erintuah Damanik kepada Wartawan menjelaskan bahwa KPK juga menyita sejumlah barang dari PN Medan.

(bust)