Eksploitasi Rumput Laut Krui Harus Segera Dihentikan

269

berantasonline.com (Krui Lampung)Eksploitasi rumput laut secara masif oleh sekelompok masyarakat Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung, masih terus berlangsung tanpa ada upaya penertiban dari instansi terkait.

Ironisnya, kegiatan eksploitasi rumput laut yang merupakan habitat ikan tersebut telah berdampak pada menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan krui.

Seorang Pengamat Lingkungan Hidup warga Pekon Seray Kecamatan Pesisir Tengah yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, masyarakat Krui perlu segera disadarkan bahwa keuntungan yang didapat dari penjualan rumput laut tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan seperti anjloknya hasil tangkapan ikan dan merusak ekosistem laut.

“Rumput laut kering cuma dihargai Rp 15.000/kg, tapi butuh waktu lama sekitar empat sampai lima tahun bisa tumbuh kembali. Untuk itu pemerintah harus segera bertindak, jangan diam saja sebelum potensi laut krui hancur”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Barat, Agustina Pertanto saat dijumpai berantasonline.com diruang kerjanya, Selasa (6/3), menuturkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan himbauan dan teguran kepada masyarakat yang kedapatan mengekpsloitasi rumput laut disepanjang pantai krui.

“Sedangkan kewenangan penindakan ada di tangan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, bukan kami”, imbuhnya. (Bambang Irawan/Red.3)