Dugaan Pungli Ratusan Juta Berkecamuk di SMPN 3 Ciawi Bogor

890

berantasonline.com (Bogor) – Dugaan terjadinya aksi Pungutan Liar (Pungli) berkecamuk di SMP Negeri 3 Ciawi Kabupaten Bogor, sekitar 338 siswa Kelas 9 angkatan XII jadi sasaran.

Diperoleh keterangan, tiap siswa dikutip dana Rp 755.000 per orang dengan dalih untuk biaya Perpisahan dan uang Bimbingan Belajar (Bimbel).

Kepala SMPN 3 Ciawi Hj. Ari Widayati, S.Pd ketika dikonfirmasi berantasonline.com, Rabu (1/5), mengakui adanya pungutan dana tersebut. Untuk siswa kelas IX angkatan 12, yang terdiri dari Rp 155.000 untuk uang perpisahan, dan Rp 600.000 per orang untuk uang Bimbel.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan merangkap Ketua Panitia H. Ridwan, ketika diminta keterangannya mengakui adanya pungutan dana Rp 155.000 tiap siswa sebagai biaya perpisahan, “Sedangkan uang bimbel dikenakan kepada para siswa karena tidak tersedianya dana dari BOS untuk keperluan pelajaran tambahan. Adanya pemungutan tersebut sudah sepengetahuan Komite Sekolah”, katanya.

Namun Ketua Komite Sekolah SMPN3 Ciawi H. Enoh saat dikonfirmasi mengatakan tidak tahu.

Ketua DPP LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR) Khotman Idris mendesak agar Tim Saber Pungli Polres Bogor segera turun tangan.

“Mereka yang terbukti melakukan Pungli di SMPN3 Ciawi harus ditindak tegas, bila perlu segera ditangkap untuk memberi pelajaran”, ujar Khotman, Rabu petang (1/5).

“Selanjutnya kepada Kadisdik Kabupaten Bogor jangan mendiamkan kasus ini, segera ambil tindakan pemecatan terhadap Oknum Kepala Sekolahnya”, tandas Khotman yang dikenal sebagai Wakil Panglima Garda Nasional Bela Negara itu.

(Suhaemi/red.1)