Drama Penyanderaan Berakhir 155 Napiter Dipindahkan Ke Nusakambangan Cilacap

148
Napi Terorisme saat dipindahkan dari Rutan Mako Brimob k Lapas Nusakambangan di Cilacap

berantasonline.com (Depok) – Setelah melakukan penyanderaan selama 40 jam 155 Nara Pidana Terorisme (NAPITER) di Rumah Tahanan (RUTAN) Mako Brimob, Depok, Kamis (10/05) pagi, meyerahkan diri sesuai tenggat waktu diberikan aparat keamanan, dengan sebelumnya dilakukan pendekatan lunak.

Sebelum menyerahkan diri para Napiter terlebih dahulu melepaskan seorang sandera Brigadir Iwan Sarjana dengan kondisi luka parah dan lebam.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dalam keterangannya kepada wartawan di Mako Brimob mengatakan, sebelum menyerahkan diri para Napiter terlebih dahulu melakukan perbuatan biadab dan keji yang mengakibatkan 9 orang anggota polri jadi korban.

Wakapolri Mayjen Pol Syafruddin di Mako Brimob Depok

Kesembilan anggota tersebut 5 diantaranya tewas yakni Bribda Sukron Fadli, Ipda Rospuji, Briptu Fandi, Bribda Dini dan Bribda Wahyu Catur Pamungkas. Sedangkan 4 anggota lainnya mengalami luka luka dan trauma. Kesemua korban dibawa ke RS Polri di Kramatjati, Jakarta.

Dalam melaksanakan operasi aparat Mako Brimob meledakan tembok pembatas blok Rutan dan berhasil menyita kembali 30 pucuk senjata organik dan beberapa bom rakitan yang belum sempat dimasukan ke gudang dari hasil operasi Densus 88 anti teror dilapangan.

Napiter sebanyak 155 itu lanjut Wakapolri hari ini juga akan dipindahkan ke penjara di Nusa Kambangan Jateng yang dikenal super ketat. “Kami atas nama pimpinan polri mengucapkan duka yang sangat mendalam dan berterima kasih kepada segenap lapisan rakyat Indonesia yang telah memberi suport sejak terjadi penyanderaan Selasa malam lalu,” katanya.

Menteri Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi dan Kepala BIN Budi Gunawan

Pada kesempatan yang sama Menkopolhukkam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan melakukan kunjungan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Dalam keterangannya Wiranto menyebutkan, Indonesia dalam berbagai forum dunia dengan tegas Presiden Jokowi tidak main main dalam memberantas terorisme, satu persatu kita tangkap dan kita proses secara hukum.

Dikatakan, harusnya para Napiter itu sadar akan perbuatannya telah dihukum, tapi di Rutan Mako Brimob malah menyerang lalu menyandera aparat hingga jatuh korban. Bahkan mereka nekat merebut senjata dan berbagai bom rakitan di Rutan Mako Brimob.

Operasi lunak dilakukan aparat kita dengan batas batas tertentu, sebelum fajar target harus selesai, semua penjuru sudah dikepung aparat Brimob. Bersyukur itu terlaksana dan satu persaru Napiter keluar dari blok tahanan dalam rutan. Semua senjata organik dan BB bom rakitan yang sempat dikuasai para pemberontak Napiter diambil alih tim aparat Brimob, ujar Wiranto. (Sam)

Senjata dan bom rakitan yang disita polisi dari tangan napi terorisme