DPRD Pesibar Akan Meninjau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Bangkunat

145

berantasonline.com (LAMPUNG)

Sejak dibangunya Pelabuhan Perikanan Nusantara yang berlokasi di pekon Kota Jawa Kecamatan Bangkunat kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2006 hingga selesai tahun 2011 lalu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, namun manfaat yang dirasakan oleh nelayan dan masyarakat setempat sangatlah minim.

Seperti yang disampaikan salah seorang warga sekitar bernama Alianto. Menurutnya, sejak selesai dibangun 6 unit gedung perkantoran dermaga pada tahun 2011 lalu, saat ini terbengkalai tidak digunakan sebagaimana mestinya.

“Ya paling tiang dermaga dimanfaatkan nelayan untuk menambatkan perahu”, terangnya.

Alianto mengatakan, penyebab enggannya kapal nelayan ataupun kapal niaga bersandar di pelabuhan perikanan Nusantara, salah satunya disebabkan pada bagian masuk area pelabuhan belum maksimal dibuatkan tanggul pemecah ombak.

Disamping itu, kedalaman lokasi pelabuhan yang kurang, sehingga para pemilik kapal takut karam. Ditambahkan Alianto, kondisi 6 bangunan yang dekat dengan dermaga kini kondisinya sudah hancur, bagian atap sudah tidak ada lagi, hanya tersisa puing puing bangunan saja, terangnya.

Terkait bangunan pelabuhan yang dirasakan tidak bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat setempat, Komisi II DPRD Pesisir Barat, dalam waktu dekat berencana melakukan Kunjungan kerja ke lokasi pelabuhan Perikanan Nusantara yang berada di pekon Kota Jawa kecamatan Bangkunat.

“Ya kita masih agendakan kunjungan kerja ke sana, kata Hendrik Gunawan, anggota komisi II dari Partai Nasdem, saat ditemui di ruang kerjanya Senin (04/11)

“Kita akan liat dan cari tahu, apa penyebab tidak berpungsinya pelabuhan Nusantara.
Kita akan tanya nelayan setempat kenapa kok Bangunan dengan biaya besar kok kurang bermanfaat, kata Hendrik.

Menurutnya, setelah nanti kita ketahui penyebabnya, apakah perlu ada perbaikan atau pembangunan lanjutan, kita liat nanti. Setelah komisi II kunjungan ke sana. ” Kalau memang perlu dibangun lagi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, kita akan bawa proposal ke dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, dari sana kita Komisi II DPRD Pesisir Barat akan bersama DKP Provinsi Lampung, mengajukan permohonan pembangunan lanjutan ke kementrian kelautan dan perikanan (KKP) Republik Indonesia. Terangnya.

Diharapkan nanti nya kalau memang ada perbaikan ataupun pembangunan lanjutan , baik nelayan lokal ataupun nelayan dari luar Pesisir Barat, bisa bersandar di pelabuhan. Sehingga aktifitas dipelabuhan diharapkan akan lebih aktif dan ramai. Yang dengan sendirinya akan berdampak pada membaiknya taraf perekonomian nelayan dan warga disekitar pelabuhan. “Laut di Perairan Pesisir Barat itu kaya akan hasil lautnya. Pungkas Hendrik.

(Benk)