Dokter Louis Owien, Penyebar Hoax Covid Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

305

Jakarta, BERANTAS

Polda Metro Jaya akhirnya menangkap dan mengamankan Dokter Lois Owien.

Polisi menangkap dr Louis di Apartemen Rasuna Said Jakarta Selatan, Minggu (11/07/21) jam 16.00 lantaran menyebarkan berita bohong alias hoaks terkait Covid-19 lewat akun media sosial pribadinya. Salah satunya adalah platform Twitter @LsOwien.

Sosoknya sempat viral setelah menyebut bahwa kasus kematian Covid-19 tidak disebabkan oleh virus, melainkan efek dari interaksi obat yang dikonsumsi pasien.

Bareskrim Polri menetapkan dr Louis Owien sebagai tersangka dalam kasus dugaan hoax terkait virus Corona (COVID-19). dr Lois terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“dr Louis ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana karena menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dan atau tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto melalui pesan singkat, Senin (12/7/2021).

“Dan/atau tindak pidana dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah dan/atau tindak pidana menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” sambungnya.

Komjen Agus mengatakan dr Louis dijerat dengan pasal berlapis. Jeratan pasal itu membuat dr Louis terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Adapun hoax yang dr Louis sebar tidak main-main. Dia menyebarkannya melalui 3 platform media sosial.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan hoax yang disebarkan dr Louis dapat menimbulkan keonaran di masyarakat serta menghalangi penanggulangan pandemi Corona. Salah satu hoax dr Louis yang disinggung polisi adalah mengenai pasien Corona meninggal.

“Jadi di antaranya, postingannya adalah korban yang selama ini meninggal akibat COVID-19 adalah bukan karena COVID-19, melainkan diakibatkan oleh interaksi antar obat dan pemberian obat dalam 6 macam,” kata Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri yang disiarkan melalui YouTube, Senin (12/7).

Polisi menyebut penyebaran hoax itu dilakukan dr Louis di beberapa platform media sosial. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa tangkapan layar postingan dr Louis.

(Rls/Achmad Hudori)