Dituduh Tukang Santet, Daryono Dilempar Bom Potas 

55

Sumenep, berantasonline.com – Warga Dusun Cemanis, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan suara ledakan Bom, pada hari jumat malam jam 19.00 WIBB, suara ledakan tersebut terdengar hingga radius 500 meter.

Ternyata ledakan tersebut bersumber dari rumah Daryono yang tinggal di RT 24/ RT. 10 dusun Cemanis.

Daryono, menjadi korban pelemparan bom potas oleh orang tak dikenal, saat sedang duduk-duduk diberanda rumahnya.

Diperoleh keterangan, pelaku melemparkan bom potas kepada daryono dan mengenai bagian leher.

Sesaat kemudian, tetangga sekitar langsung membawa Daryono ke Puskesmas Saronggi, namun karena kondisi korban sudah kritis, pihak puskesmas menyarankan untuk di bawa ke RSUD Sumenep yang berjarak kurang lebih 11 km, dengan kondisi lengan bagian kanan luka parah dan rahang bawah luka parah.

Salah seorang kerabat korban Pak Sri saat berbincang dengan berantasonline.com menuturkan, Daryono yang keseharianya hanya sebagai buruh tani, belakangan terdapat rumor di masyarakat bahwa Daryono dituduh tukang santet, “Mungkin itu sehingga Daryono harus di ganjar dengan potas”, ujarnya.

Daryono yang tergeletak di RSUD Sumenep dengan kondisi kritis harus dirujuk ke Surabaya, namun kondisi keluarga yang dilema karena pada hari Minggu 9/9 akan melaksanakan resepsi pernikahan anak dari istri Daryono.

(Bakri/imam)