Distribusi Air Terganggu, PDAM Tirta Kahuripan Janji Kirim Bantuan Truk Tangki ke Wilayah Caringin

103

berantasonline.com (Bogor)-

Proses sengketa lahan tanah sumber mata air Cikiara Cijeruk di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Barat, yang tengah dijalani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, berimbas pada terganggunya pasokan air bersih ke pelanggan di Kecamatan Caringin.

Sejumlah pelanggan disana selama tiga bulan merasakan kesulitan air, sehingga harus membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tolonglah dicarikan solusi penambahan mata air atau bagaimana, masa tiap hari kita beli galon untuk masak minum mandi karena air hanya nyala tengah malam saja, dan tidak jelas sampai kapan proses sengketa mata air selesai,” ungkap pelanggan PDAM Tirta Kahuripan di Kecamatan Caringin, Tita Rosita kepada koran Berantas (09/09/2019).

Rosita meminta kepada PDAM Tirta Kahuripan untuk serius memperhatikan hak konsumen yang terabaikan, “Kalau masih begini terus, pelanggan mau demo Kantor Pusat PDAM dan Bupati Bogor karna tidak ada kepastian kondisi begini sampai kapan, setiap hari beli air bisa 10 galon, mana perlindungan konsumen terhadap pelanggan”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Agus Riyanto mengakui dengan adanya sengketa lahan mata air Cikiara Cijeruk di PTUN Bandung berdampak pada berkurangnya pasokan air kepada pelanggan, “Proses PTUN lahan mata air Cikiara belum selesai, jadi kita kekurangan mata air, karena mata air Cikiara dapat menghasilkan air 30 liter perdetik, sekarang belum bisa diaktifkan kembali untuk kebutuhan wilayah Caringin,” ungkapnya dikantor PDAM Tirta Kahuripan Cibinong (09/09/2019).

Menanggapi keluhan pelanggan tersebut, PDAM Tirta Kahuripan berjanji akan menyalurkan air bersih menggunakan truk tanki air, “nanti kita akan salurkan air kepada pelanggan melalui mobil tanki, tapi harus ada pengajuan dari pihak pelanggan dulu kepada kantor cabang PDAM Tirta Kahuripan,” tegasnya.

(Zulkarnain)