Disdukcapil Bersama Pengadilan Agama Dan Kementerian Agama Kota Bogor Menggelar Sidang Isbat Nikah Terpadu

90

berantasonline.com (Bogor) – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kelas 1 dan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor menggelar Sidang Isbat Nikah Terpadu tahap kedua secara Gratis, Jum’at (9/11).

Dalam Sidang Isbat Niah Terpadu tahap kedua ini, diikuti 56 peserta pasangan suami istri berasal dari lima kecamatan diantaranya dari Kecamatan Bogor Tengah 18 orang, Kecamatan Bogor Timur 9 orang, Kecamatan Bogor Selatan 17 orang, Kecamatan Bogor Utara 5 orang dan Kecamatan Tanah Sareal 7 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Bogor, Dra. Somia Kuas menjelaskan Sidang Isbat Nikah Terpadu yang dilakukan Disdukcapil bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama ini bertujuan agar semua warga Kota Bogor yang sudah menikah tetapi belum tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) atau yang disebut Nikah Sirih, bisa memiliki buku nikah. Dan selanjutnya untuk digunakan mengurus KK dan KTP serta Akta Kelahiran yang nama ayah dan ibunya tercantum.

Kabid Pendataan Pencatatan Sipil, Dra. Somia Kuas (tengah) bersama peserta sidang Isbat Niah Terpadu di Pengadilan Agama Kota Bogor.

“Jika sudah melakukan Sidang Isbat Nikah Terpadu kemudian peserta sidang menemui petugas KUA masing-masing yang sudah ada di lokasi Sidang Isbat untuk didaftarkan oleh petugas KUA dan di proses pembuatan Buku Nikah,” katanya.

Sidag Isbat Nikah Terpadu ini mempermudah warga Kota Bogor untuk memiliki Buku Nikah sehingga hak dan kewajiban dalam pernikahan terlindungi oleh Hukum Negara. Selain itu, kata Somia, jika sudah memiliki Buku Nikah, mereka bisa mengajukan Akta Kelahiran anak kepada Disdukcapil dengan mudah, sehingga hak sipil anak terpenuhi.

Salah seorang peserta Sidang Isbat Nikah Terpadu tahap dua, Rusli (29), warga Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal, mengungkapkan dirinya mengikuti sidang Isbat dikarenakan belum memiliki buku nikah. Padahal Rusli menikah dengan Sriwahyuni sudah berjalan 10 tahun dan memilik satu orang anak.

“Saya mendaftarkan diri mengikuti sidang Isbat ingin pernikahan kami tercatat resmi pada hukum Negara. Terutama untuk mempermudah pendataan catatan sipil dalam mengurus Akta Kelahiran anak,” jelasnya. (Manan)

Pasangan suami istri Sidang Isbat Nikah Terpadu Tahap II, saat mencatatkan diri di petugas KUA Kecamatan Bogor Tengah untuk mendapatkan Buku Nikah di lokasi Sidang Isbat Pengadilan Agama.