Disdik Sumenep Janji Tindak Tegas Oknum Pemotong DAK 2019, Warga Ancam Lapor Penegak Hukum

95

berantasonline.com SUMENEP

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Carto, SE mengancam akan menindak tegas oknum yang memotong dana program pendidikan yang bersumber dari DAK 2019.

Hal ini disampaikan Carto saat dikonfirmasi terkait beredarnya informasi tentang pemotongan dana DAK Pendidikan berupa rehab bangunan sekolah SD dan SMP.

Dari program itu, sedikitnya ada 27 kelas dan 117 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di Kabupaten Sumenep yang mendapat program rehab dengan nominal mencapai ratusan juta rupiah.

“Ya, saya mendengar (terkait dugaan pemotongan dana, Red) dari teman-teman di sini (Disdik), termasuk dari sampean awak media,” kata Carto yang baru dua hari menjabat ini.

Pihaknya berjanji akan segera melakukan evaluasi dan akan memanggil semua staf yang membidangi program DAK tahun 2019. Sebab, saat ini proyek-proyek tersebut sudah selesai.

Terkait tindak lanjut dugaan tersebut, Carto mengaku tidak bisa langsung memvonis adanya pemotongan dana. “Saya di sini hanya wasit. Maaf, saya tidak bisa memberikan sanksi. Mereka yang berhak memberi sanksi adalah penegak hukum. Saya hanya sebatas bertanya tanya kepada staf sebagai bahan evaluasi. Tapi jika teman-teman atau siapa saja mempunyai bukti yang kuat monggo silahkan saya dukung ditarik ke ranah hukum,” ungkap Carto.

Ia menyatakan sudah berkali-kali mengingatkan para pejabat agar memberi pelayanan yang prima, dan tidak sekali-kali berdagang program DAK. “Tugas kita di sini (Disdik, red) kita harus memberi pelayanan yang prima harus bekerja dengan baik, bukan mencari laba atau mencari untung, Nah, jika pekerjaan sudah selesai dan penerima program DAK mempunyai hasil, lalu memberi sebagian atau menyisihkan keuntungan kepada kita, ya tidak apa-apa, asal jangan main paksa dan main target harus bayar sekian dan sekian,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar rumor ada oknum pejabat Disdik melakukan pemotongan anggaran program DAK 2019 hingga jutaan rupiah.

Warga Ancam Lapor Penegak Hukum.

Sementara menurut salah seorang warna Sumenep, Hery Samaon, jika Dinas Pendidikan Sumenep tidak mengambil tindakan tegas seperti yang dijanjikan oleh orang nomor satu di Dinas Pendidikan Sumenep, pihaknya tidak segan segan akan melaporkannya ke ranah hukum.

“Lihat saja, tunggu tanggal mainnya jika Disdik ingkar janji tidak mengurus dengan benar para oknum yang main potong terhadap program bantuan yang tujuannya untuk mutu pendidikan, saya akan laporkan ke persoalan hukum, biar saja hukum yang akan berbicara,” kata Hery kepada Koran Berantas.

Sebab sambung Hery, pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan sejumlah pengakuan dari sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 kemarin.

“Betul deh, saya tidak main-main dalam persoalan ini, jika orang nomor satu di Dinas Pendidikan Sumenep, tidak memberi sanksi pada oknum yang bermain-main dengan dunia pendidikan, saya juga tidak bakal diam,” ujarnya dengan nada ancaman.

(MAM)

Ket. gambar : Hery Samaon