Disdik Kabupaten Sumenep Bantah Memotong Dana DAK

127

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidik Sumenep, Abd. Kadir

berantasonline.com (SUMENEP)

Kabar miring pemotong terhadap ratusan bangunan rehap pada ratusan sekolah SD yang ada di Kabupaten Sumenep semakin santer.

Terbersit kabar pemotongan yang ditaksir ratusan juta masuk itu masuk pada salah seorang pejabat di lingkungan Dinas pendidikan. “Kabar info ini kami peroleh dari orang dalam atau dari orang terpercaya di Dinas Pendidikan Sumenep,” papar Hery. S kepada awak media, Sabtu (11/1/2020).

Hery yang pegiat dai Lembaga Sosial Masyarakat memamparkan berita yang dikantongi terkait pemotongan dana program DAK 2019 yang berjumlah ratusan juta rupiah yang total anggarannya hingga miliyaran rupiah itu berasal dari orang terpercaya dan Hery berjanji, pada saatnya akan dibuka.

“Nanti, pada waktunya akan saya beberkan pada public atau bahkan akan saya laporkan ke ranah hukum,” katanya.

Persoalan pemotong pada program anggaran di Dinas Pendidikan papar Hery itu bukan berita baru, bahkan sudah sering terjadi. “Soal sunat menyunat anggaran dengan berbagai dalih itu sudah kerap terjadi,” imbuh Hery.

Dikonfermasi Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidik Sumenep, Abd. Kadir, tidak pernah melakukan pemotongan terhadap ratusan program rehab kelas ataupun pembangun kelas baru (RKB) yang ditudingkan kepada Dinas Pendidikan Sumenep, yang jumlahnya ratusan juta rupiah itu.

“Kami tidak pernah melakukan pemotongan sepeserpun, lebih lebih tudingan pemotongan itu yang tujuannya untuk “setoran” kepada sejumlah pejabat teras di Sumenep,” paparanya yang saat itu didampingi Kasi Pembinaan SD Pardi Sukirnu.

“Benar bapak kami di Dinas Pendidikan tidak pernah melakukan pemotongan terhadap program tersebut, ” timpal Supardi.

Supardi mengaku bahwa dirinya menerima WA dari beberapa teman LSM dan awak media yang isinya sama dengan pertanyaan dari banyak awak media “Ya, mas, saya juga merima WA dari teman-teman media dan LSM tentang persoalan tersebut,” katanya.

Dikonfermasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPKO), Sunarto mengaku tidak tahu menahu tentang pemotongan mesti dirinya juga mendengar kabar tentang pemotongan.

“Maaf mas, mas… saya tidak paham tentang pemotongan hal itu. Tapi saya dengar saja dari infor yang berseliuran di masyarakat,” terangnya. (Imam/red 1)