Dinsos Kota Bogor Tangani Pasien Tumor Tak Mampu

25

Bogor, BERANTAS

Dimasa Pandemi covid’19 ini, benar-benar memberikan dampak negatif dalam sendi kehidupan masyarakat, tak terkecuali dalam pelayanan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kota Bogor.

Dinas sosial (Dinsos) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yg bertugas dalam pelayanan sosial termasuk penanganan kemiskinan, tentunya memiliki tantangan yang tidak ringan.

Ditengah masa pandemi covid-19, Dinsos Kota Bogor serta seluruh jajarannya tetap berusaha memberikan upaya pelayanan yang optimal, agar pemenuhan kebutuhan dasar & pelayanan masyarakat yg sejahtera dan sosial bagi masyarakat Kota Bogor dapat terpenuhi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, H. Fahrudin mengatakan, baru-baru ini Dinas Sosial melaksanakan pekerjaan terhadap masyarakat dengan terobosan, mengurus, menjemput dan mengantar salah satu warga tidak mampu dari Kelurahan Cikaret yang menderita penyakit tumor di mukanya untuk segera di operasi.

“Saya dapat informasi kemarin (Selasa), ada warga penderita penyakit tumor di muka yang mau dioperasi, kita jemput dari rumahnya, kita komunikasi dengan Dinkes, puskesmas sampai RSUD Kota Bogor, kemudian dirujuk ke RSCM, kita antar ke RSCM,” katanya, Selasa (20/09) petang.

Lebih lanjut, Fahmi -sapaan akrabnya- menjelaskan, banyak tugas yang diemban Dinsos saat ini, seperti halnya mengawal bantuan pusat untuk masyarakat berupa bansos agar tepat sasaran.

“Menurut data kami kurang lebih 81 ribu warga Kota Bogor sudah menerima Bantuan Tunai dan sudah cair pada bulan Juli yang lalu dan 52 ribu KK bantuan pangan dan sudah disalurkan sampai September, 29 ribu program PKH. Selain itu, ada 150 ribu paket beras yg diterima oleh warga yang kurang mampu, baik penerima bantuan tunai maupun bantuan paket pangan, yang disalurkan melalui kantor pos dan penyediaan Bulog. Semuanya berasal dari Kementerian, tugas kami hanya mengawal, baik itu kualitas, kuantitas sampai tepat sasaran,” paparnya.

Menurut Fahmi, bantuan dari kementerian sudah banyak disalurkan akan tetapi masih banyak warga yang merasa belum terfasilitasi termasuk yang isoman, oleh karena itu, pemerintah Kota Bogor membuat posko logistik dan menghimpun bantuan dari semua kalangan, sekitar 20 ribu paket yang terhimpun di pos logistik dan langsung dibagikan ke masyarakat. Dinsos berperan disana.

“Selain posko logistik, ada juga posko oksigen dan posko pemulasaraan jenazah”, tambah Fahmi.

Disamping itu pula Dinsos Kota Bogor ikut membantu percepatan vaksinasi kepada Orang Gangguan Jiwa (OGJ), dan para disabilitas, “Kami sediakan angkutan dan sebagainya”, pungkas Fahmi.

(Ii Syafri/Red.23)