Dinas Lingkungan Hidup Kab Serang Sosialisasikan Pembebasan Lahan Untuk Pembangunan TPSA Bojong Menteng

199

berantasonline.com (Serang Banten) –Dalam rangka mewujudkan pembangunan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) yang berlokasi di Desa bojong menteng kecamatan tunjung teja kabupaten serang, Rabu 26/9, sejumlah petugas dinas lingkungan hidup kabupaten serang melaksanakan kegiatan sosialisasi pembebasan lahan untuk akses jalan di desa kemuning kecamatan tunjung teja.

Acara sosialisasi dihadiri segenap warga dan tokoh masyarakat Desa kemuning, muspika kecamatan tunjung teja, danramil petir serta kapolsek petir, serta lembaga BPD/LPM Desa kemuning.

Dalam kesempatan tersebut, Budi selaku kepala dinas lingkungan hidup kabupaten serang menjelaskan bahwa pembangunan TPSA harus di dukung dengan fasilitas akses jalan masuk sepanjang 1,8 KM dan lebar jalan 12 meter, “Total luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih 2 hektare”, ujarnya.

Budi mengatakan, bawah pembangunan TPSA ini akan menggunakan teknologi mutakhir yang akan kerjakan oleh Pemerintah Provinsi Banten untuk kebutuhan zona kabupaten serang dan kota serang.

“Sebagai pemecah kebutuhan untuk penanganan sampah harus di lakukan dari hulu ke hilir merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan, karena timbunan sampah kabupaten serang itu sangat besar yang mungkin dapat di kurangi melalui pembakaran dan sebagainya, tapi ada juga yang mesti di angkut ini memerlukan suatu lahan”, jelas Budi Kadis lingkungan hidup.

Budi mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat sekitar, Kepala Desa, dan Muspika Tunjung Teja.

“Tidak akan ada efek yang merugikan masyarakat, mekanisme pengadaan lahan di ikuti secara perosedural, ketentuan harga dan sebagainya tim apresial yang akan menilai berapa harga yang berlaku di sini”, ujarnya.

Opan, kepala desa kemuning menyambut baik dilanjutkannya rencana pembangunan TPSA yang selama 15 tahun terkendala berbagai hal.

“Mengenai akses jalan, secara fasilitas kami aka. bantu, adapun nanti setelah pembebasan jadi atau tidaknya kita lihat saja, selama ini program pemerintah yang tujuannya positif harus dukung, jangan dulu berbicara dampak negatifnya karena belum terjadi, kalau mungkin mau jadi dari tahun 2005 proses dari tahun 2004 sampai sekarang masih tersendat”, tutur kepala desa.

Tarkul wasit, Camat Tunjung Teja meminta kepada kepada semua kepala desa maupun lembaga yang terlibat dalam pembangunan ini untuk dapat membantu menginformasikannya kepada masyarakat sekitar.

“Jangan ada yang di sembunyikan kepada masyarakat bahwa pemda kabupaten serang punya program seperti ini biar masyarakat tahu tujuannya apa sehingga dapat transparan”, pungkasnya.

(Rais)