Diduga Terima Suap Meikarta Rp 900 juta, KPK Tetapkan Sekda Jabar Tersangka

45
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang

berantasonline.com (Jakarta) – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (29/7) menjelaskan, KPK telah menetapkan Iwa Kartiwa Sekretaris Daerah Jawa Barat sebagai tersangka baru kasus perizanan proyek pembangunan Meikarta milik LIPPO Cikarang Bekasi.

Tak hanya Iwa Kartiwa, KPK juga menjerat Bartholomeus Toto Presiden Direktur Lippo Cikarang sebagai tersangka.

Menurut Saut Situmorang, sejak 10 Juli 2019, KPK melakukan penyidikan dengan dua tersangka tersebut, Iwa dijerat sebagai penerima suap Rp 900 juta terkait perizinan Proyek Meikarta, sementara Toto dinilai menjadi pihak yang menyetujui dan mengetahui pemberian uang untuk memuluskan Proyek Meikarta.

Dalam kasus ini KPK telah menyeret 9 orang tersangka diantaranya Neneng Hasanah Yasin Bupati Bekasi waktu itu, dan Billy Sudiro selaku Direktur Operasional Lippo Grup.

Billy Sudiro diduga telah menyuap Bupati Bekasi Neneng Hasanah belasan miliar rupiah untuk memuluskan Proyek Meikarta milik Lippo Cikarang Bekasi.

Dalam persidangan Neneng Hasanah dalam tuntutan Jaksa menyebutkan bahwa Iwa Kartiwa turut menerima uang Rp 1 miliar. Pemberian uang terhadap Kartiwa tersebut terkait Pengurusan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) RDTR wilayah pengembangan proyek Pembangunan Meikarta, dan uang tersebut juga diduga akan dipakai untuk keperluan pencalonan Iwa Kartiwa untuk maju sebagai Calon Gubernur Jabar pada Pilkada tahun 2018 lalu.

(Yusuf/red.1)