Diduga Selewengkan Keuangan Negara, Kades Muarajaya Dilaporkan ke Kejaksaan

1354

berantasonline.com (Bogor)

Para tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta Warga Desa Muarajaya melaporkan Kadesnya Awan Hernawan (AHER) kepada Kepala Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor di Cibinong, yang diduga telah melakukan berbagai tindakan penyelewengan keuangan negara.

Dalam Surat laporan tanggal 29 Agustus 2019 yang ditandatangani oleh A. Mulyana dkk (sejumlah 25 orang) terdiri dari tokoh masyarakat, Pemuda dan Warga Desa Muarajaya Kec Caringin Kab Bogor tersebut, melaporkan telah diduga terjadi penyelewengan keuangan negara yang bersumber dari APBD dan APBN, seperti pemotongan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Selain itu telah terjadi dugaan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebesar Rp. 100 juta anggaran tahun 2018, dimana sesuai pengakuan Ketua Bumdes tidak pernah menerimanya, diduga raib.

Selanjutnya, dilaporkan pula dugaan penyelewengan Bantuan Imbal Swadaya Betonisasi jalan telah dipotong diwilayah RT 002 RW 002, juga adanya dugaan penyelewengan pembangunan yang selama ini dilaksanakan oleh LPM yang jumlahnya tidak diketahui.

Dilaporkan juga bahwa Kades menunjuk kerabatnya sebagai Bendahara Desa bernama Madani Rahmatulloh.

Kepala Desa Muarajaya Caringin Awan Hermawan sebelumnya pada hari Minggu 18/8-2019 menjelaskan lewat media bogorbroadcast.com, bahwa berbagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Muarajaya salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Muara Sejahtera.

Bumdes yang didirikan sejak tahun 2017 lalu, mengelola empat jenis usaha yang meliputi Peternakan, Pengelolaan Limbah, PDAM Desa serta pengelolaan sampah.

Dikatakan oleh Kades Muarajaya bahwa bantuan permodalan Rp 100 juta melalui Dana Desa tahun 2018, pihaknya menggandeng beberapa peternak berpengalaman serta Ikatan Pegawai Bank Indonesia.

Sementara itu, Ketua Bumdes Muarajaya Dadang kepada Koran Berantas (baca Koran Berantas Edisi Nomor 329 tgl 17 -30 Agustus 2019), tidak mengetahui besarnya anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Desa Muarajaya untuk kegiatan Bumdes.

“Saya dipilih langsung menjadi Ketua Bumdes Muarajaya tahun 2018. Sampai saat ini saya belum mengetahui dan menerima anggaran apapun, saya baru mau membuat stempel dan Rekening Bumdes”, tegas Dadang.

Namun Kades Muarajaya Awan Hermawan ketika dikonfirmasi Koran Berantas mengatakan, bahwa kegiatan Bumdes telah dilasanakan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Silahkan konfirmasi kepada Bapak Aji, dia kemarin sudah jelaskan”, kilah Kades.

Tokoh Masyarakat dan LSM Desa Muarajaya A. Mulyana mengharapkan Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk memproses Kades Muarajaya yang berbuat sewenang wenang menggunakan Anggaran Dana Desa.

“Bagaimana pun Bumdes Muarajaya telah mempunyai Ketua bernama Dadang, tetapi keuangan tidak disalurkan kepada yang bersangkutan, malahan dikelola sendiri dengan menunjuk orang lain tanpa hak. Hal ini secara kasat mata tidak boleh dibiarkan dan Kejaksaan wajib memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku”, tegas Mulyana.

(Zul/Helmi)