Diduga Rumput Bermasalah, Stadion Mini Sukaraja Ditutup Berdalih Pemeliharaan

458
Rumput lapangan tidak bisa menyerap air hujan dengan baik.

berantasonline.com (bogor) – Stadion Mini Sukaraja Kabupaten Bogor yang rampung dibangun pada Desember 2017 lalu, hingga kini belum juga diserahterimakan apalagi dimanfaatkan warga Kecamatan Sukaraja untuk berolahraga, karena diduga masih menyimpan banyak masalah.

Belum lama ini pihak kontraktor PT. Tangga Batujaya Abadi dan PT Bahana Prima Nusantara (KSO) mengatasnamakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor memasang spanduk banner didepan pintu gerbang Satdion Mini Sukaraja berisikan permohanan maaf lapangan belum bisa digunakan hingga bulan Juni 2018, dengan dalih rumput lapangan masih dalam masa pemeliharaan.

Praktis hal tersebut membuat kecewa sejumlah warga pecinta olahraga di Kecamatan Sukaraja, “Sudah banyak warga dan klub sepak bola berdatangan menanyakan kapan stadion bisa dipakai main bola”, ujar Deden Hidayat warga Kp Babakan Desa Cikeas kepada berantasonline.com, Kamis (22/3).

Beberapa waktu lalu Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Ade Sanjaya saat dikonfirmasi berantasonline.com meminta pihak kontraktor untuk bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan yang dinilainya buruk, terutama pada penggunaan rumput yang berkualitas jelek tidak sesuai dengan standar layaknya sebuah lapangan sepak bola. “Air hujan tergenang tidak cepat terserap disebelah sudut Selatan dan Timur serta ditengah lapangan. Pihak Dispora Kabupaten Bogor harus proaktif, masa didiamkan begitu saja”, ujar Ade waktu itu.

Pantauan Wartawan dilapangan, terlihat jelas rumput yang digunakan tidak seragam kualitasnya, ada yang mulai menghijau tapi ada pula sebagian rumput yang mati. Bahkan pondasi pagar lapangan disebelah timur dan selatan kondisinya menggantung diatas permukaan tanah sehingga dikhawatirkan roboh tergerus air hujan.

Samsuar Ketua RW 04 Babakan mengatakan, kondisi aspal jalan masuk stadion sepanjang 100 meter yang baru beberapa bulan dibangun sudah mulai berlobang. “Belum saja diserahterimakan dan diresmikan sudah mulai nampak kerusakan diberbagai sudut, ini menandakan proyek Stadion Mini Sukaraja yang menelan dana APBD Rp 5,5 Milyar tidak berkualitas dan dikerjakan asal jadi”, ujarnya. (Sam/red.3)

Pasangan pondasi pagar menggantung.