Diduga Ada Mafia Tanah Di Cimanggis, Polda Metro Usut Kasus Pemalsuan Akta Otentik

842

Bogor, BERANTAS

Sejalan dengan kebijaksanaan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, tentang pemberantasan mafia tanah yang kini semakin menggila.

Kini Polda Metrojaya sedang melakukan pengusutan Kasus Pemalsuan Akta Otentik di Desa Cimanggis Kabupaten Bogor.

Atas laporan Yusda sebagai pemilik tanah seluas 8.913 M2 di Desa Cimanggis Kabupaten Bogor dengan Surat Laporan Polisi No.LP/1344/II/Yan.25/2020 /SPKT PMJ tanggal 25 Februari 2020, telah diduga terjadi tindak pidana pemalsuan dan atau menyuruh menempatkan keterangan kedalam Akta Otentik.

Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan Pasal 264 KUHP atau Pasal 266 KUHP dengan tersangka Yossi RS dan almarhum H.Aca Anwar.

Diperoleh keterangan, bahwa Polda Metrojaya dengan Surat Nomor SP.Sidik/3741/IX/2020/Ditreskrimum tanggal 23 September 2020 telah melakukan penyidikan atas kasus itu.

Dra. Hj. Dhewi.R yang telah menebus Sertifikat tanah tersebut dari Agunan di Bank BNI 46 dari Yusda PPJB tahun 2016 yakni Sertifikat Hak Milik No 4477 dahulu Nomor 149 tahun 1976 dengan Peta Desa Persil No 36, tapi entah bagaimana pada tahun 2012 telah terbit Sertifikat Nomor 2956 dengan menggunakan Ipeda 1640 tidak memiliki alas tanah girik C Desa akte JB kepada Yossi RS.

Kepada Redaksi Koran Berantas, Kamis petang (29/7-2021) di Bogor Hj. Dhewi mengatakan, terjadinya kasus pemalsuan Akte Otentik tersebut perlu dipertanyakan sejauhmana tanggungjawab Kantor BPN Kabupaten Bogor. Ia berharap pihak yang berwenang untuk menuntaskan kasus ini.

Bagaimana penanganan kasus dugaan tindak pidana tanah di Desa Cimanggis selanjutnya, Koran Berantas akan mengikuti sampai tuntas.

(red.1)