Di Karawang, Biaya PTSL Masyarakat Pemohon Bayar Dengan Dua Ekor Domba

240

KARAWANG (berantasonline.com)

Warga Desa Tegalurung Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Jawabarat yang sehari-harinya bekerja menjadi buruh tani disawah sebagai pemohon.Dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) TA 2020.
Saking gak ada duit untuk biaya yang telah ditarip oleh pihak Desa sebesar Rp 1500 000 perbidang terpaksa dibayar dengan Domba sebanyak dua ekor.

Raswin (45) warga Dusun Tangkolo RT 014/RW.004 secara faktual dalam pengakuanya dihadapan awak media ini,dirinya telah dimintai uang oleh oknum Jrt (D)untuk biaya pembuatan sertipakat lewat program PTSL sebesar 1500 000 per bidang setelah bolak balik dilakukan tawar menawar, ujarnya (25/05/2021).

Oleh karena tidak mempunyai penghasilan lain selain bekerja sebagai buruh tani kasar dengan pendapatan 50 000 setiap harinya, maka saat jurutulis (D) datang dan meminta uang dengan dalih untuk biaya PTSL,terpaksa domba kesayangan sebanyak dua ekor diserahkan.

Dua ekor domba miliknya ditaksir oleh oknum Jrt (D) senilai 1,5 juta untuk mengcover biaya PTSL,yang kemudian domba kesayangannya oleh (D) dibawa dan dituntun langsung entah kemana. Ungkapnya.

Dalam satu waktu ditempat yang sama, masih terkait dengan biaya PTSL. Hal senada dikatakan oleh Tasem dirinya juga telah diminta uang untuk biaya pembuatan sertifikat PTSL oleh oknum Jrt.(Y) sebesar 3 500 000, karena tidak memiliki uang dan tidak ada jalan keluar untuk mengabulkan permintaan pihak Desa lewat Jrt (Y).

Mau tidak mau Tasem terpaksa meminjam uang kepada Bank Emok, dengan susah payah sampai saat ini dirinya masih memiliki tanggungan angsuran(alias belum lunas), kata Tasem.

Lain halnya dengan H.Nasihin warga Dusun Tangkolo RT.014/004 sekalipun dirinya telah melakukan pembayaran tunai kepada Kepala Desa (lewat Jrt.D)sebesar Rp.3 500 000, dan ironisnya sudah satu tahun lamanya sampai saat ini sertipikatnya belum juga jadi.

Masih menurut H.Nasihin drinya sangat menghawatirkan kalau aplikasi nya tidak terdaftar, dan was was dengan data asli yang telah diserahkan kepada pihak aparat Desa karena sampai saat ini tidak ada informasi sebagai konsekwensi tanggung jawab, kata Nasihin.

Menurut warga Cilamaya Kulon yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan, bahwa biaya PTSL Diwilayah Desa Tegalurung tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Karawang Nomor:48 tahun 2018 dan SKB Tiga Menteri Nomor: 25/SKB/V/2017, nomor 590-3167A tahun 2017, nomor:34 tahun 2017 “tentang Pembiayaan Persiapan pendaftaran tanah sistematis yaitu sebesar Rp.150 000.
Hal tersebut diminta agar para pihak APH terkait terutama kejaksaan karawang, patut melakukan evaluasi dan tindakan terhadap oknum yang bersentuhan dengan PTSL Diwilayah Desa Tegalurung,karena berfotensi adanya menyalahgunaan jabatan dan wewenang, diskriminasi,KKN dan tindakan melawan hukum, kata masyarakat Cilamaya kulon, (25/05/2021).

Pewarta : Yusup