Di Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Desa Cikeas Menggelar Mubes Sepak Bola

33

Bogor, Koran Berantas

Di hari Sumpah Pemuda ke 93, Pemuda Karang Taruna Desa Cikeas menggelar musyawarah besar (mubes) sepak bola. Mubes dilaksanakan untuk memilih pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Cikeas berlangsung di Aula Desa Cikeas, Kamis (28/10/2021) malam.

Hadir di acara musyawarah pemilihan ketua SSB Kepala Desa Cikeas H Ervan Sulaeman, Ketua BPD Pepen Effendi, Ketua LPM Hilman Abdullah, Ketua Karang Taruna Sandro, Kepada Sekolah SSB Daden, sesepuh sepak bola Sobri, tokoh sepak bola, Herudin dan puluhan pemuda se Desa Cikeas.

Ketua Karang Taruna Desa Cikeas Sandro mengatakan musyawarah besar Pemuda Desa Cikeas difokuskan untuk memilih Ketua baru SSB Putra Cikeas. Dimana dari hasil penjaringan ada dua orang yang maju sebagai calon ketua SSB yaitu Erik dan Deden.

“Dorongan untuk memajukan kemabli persepakbolaan di Desa Cikeas cukup tinggi, pengurus Karang Taruna berinisiatif untuk mengadakan musyawarah besar sepak bola. Dan momentun Hari Sumpah Pemuda tahun ini, waktu yang tepat untuk dilaksanakan musyawarah,” kata Sandro.

Kepala Desa Cikeas H Ervan Sulaeman dalam sambutannya mengatakan kehadiran tokoh-tokoh sepak bola di desa Cikeas telah melahirkan generasi sepak bola berbakat. Pihak Desa akan mendukung untuk kemajuan sepakbola di khususnya kepada SSB Putra Cikeas dan pembinaan kepemudaan.

“Pihak Desa mengapresiasi para Pemuda untuk memajukan persepakbolaan dan jika ada usulan secara formal terkait kemajuan sepakbola, pihak Desa akan segera memusyawarakan dengan BPD untuk bantuan dana pembinaan olahraga sepak bola,” ujar Kades.

H Ervan berharap di hari sumpah pemuda ini, kita dijadikan momentum kebangkitan dan kemajuan sepak bola Desa Cikeas. Dan kedepan SSB Putra Cikeas bisa melahirkan pesepakbola berbakat dan berprestasi.

Ketua BPD Pepen Effendi memberikan masukan dan evaluasi kepada para pemuda desa Cikeas harus tetap semangat dan optimis. Memimpin organisasi bukan hanya dilihat dari sisi keuangan saja tetapi modal penting adalah harus memiliki niat yang tulus dan semagat untuk memajukan olahraga sepak bola.

“Jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh kemajuan dalam mengelola SSB akan diraih. Dan pengurus baru SSB diharapkan bisa lebih maju dan berprestasi,” ungkap Pepen.

Tokoh sepakbola Bogor yang juga Kepala Sekolah SSB Putra Pajajaran Daden, mengungkapkan sudah sepuluh tahun mengelola SSB yang didirikan pak Burhan. Beberapa tahun terakhir, kondisi sepak bola di Desa Cikeas sangat prihatin dengan kemajuan sepakbola.

“Saya berharap dengan adanya generasi dan pengurus SSB baru, sepakbola di Desa Cikeas lebih maju, berkualitas dan bisa memperbaiki manajemen organisasi apalagi dengan nama baru SSB dari sebelumnya bernama SSB Putra Pajajaran diganti menjadi Family Cikeas dan sekarang menjadi SSB Putra Cikeas,” kata Daden.

Daden menegaskan dengan adanya regenerasi pengurus, dirinya tetap akan mendukung pengurus SSB baru kedepan lebih maju dan semangat terutama mampu memanfaatkan sarana dan prasarna serta menggali potensi pendanaan.

Daden juga mengingatkan kepada pengurus baru SSB untuk manfaatkan sebaik-baiknya Stadion Mini Kecamatan Sukaraja. Apalagi kedepan direncanakan pengelolaan Stadion akan dilimpahkan dari Kabupaten kepada Kecamatan.

Sebelumnya, kedua calon ketua SSB Putra Cikeas, Erik dan Deden telah disurvei melalui whatsapp. Dari siang hingga malam hari, hasil survai menunjukkan kedua calon ketua SSB itu hingga malam hari sama-sama memperoleh hasil maising-masing 27 persen, sehingga diputuskan voting.

Dari hasil voting, mantan pemain Persikabo Erik memperoleh 16 suara dan Deden atau Samit meraih 10 suara. Sehingga ditetapkan Erik menjadi Ketua SSB Putra Cikeas.

Erik mengucapkan terimakasih kasih atas kepercayaan para pemuda dan tokoh sepakbola telah memberikan kepercayaan untuk mengurus dan mengelola SSB Putra Cikeas.

“Dalam waktu dekat, kami akan segera melakukan konsolidasi pengurus dengan membentuk struktur pengurus SSB Putra Cikeas,” ujar Erik.

Selain itu, kata Erik salah satu program SSB Putra Cikeas yaitu akan dilakukan pembinaan sepak bola usia dini dari masing-masing wilayah di Desa Cikeas. Jika ada anak yang berbakat bagus, akan diberikan beasiswa.

Sementara itu, salah satu tokoh sepakbola Desa Cikeas Herudin mengingatkan kepada pengurus baru bisa mengelola SSB dengan baik. SSB dalam mendidik para siswa didasarkan pada Intitut, sikap, bukan hanya menang dan kalah, SSB harus. Melahirkan pemain yang memiliki karakter yang baik dan itu merupakan bagian dari pembinaan kepemudaan

“Sepak bola bisa dijadikan sarana penyaluran sifat negatif menjadi positif dan sudah menjadi kewajiban pihak Desa berperan aktif dalam pembinaan pemuda,” ujar Heru.

(Nan)