Dewan Soroti Kejanggalan Proyek Pedestrian Kandangroda-Sentul

210

Cibinong, BERANTAS

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, menyoroti beberapa kejanggalan Proyek Pembuatan Jalur Pedestrian Jalan Kandangroda – Sentul yang di laksanakan oleh PT. Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KBO), dengan nilai Anggaran Rp 84.029.000.000,00.

Kejanggalan tersebut ditemukan saat meninjau langsung ke lokasi proyek yang bersumber dari Anggaran APBD Kabupaten Bogor tersebut, Selasa 26 Juli 2021.

Ketua Komisi III Sastra Winara menegaskan, jika pedestrian di jalur Kandangroda – Sentul ini jangan sampai kejadian seperti di pekerjaan Pedestrian Pakansari karena tidak sesuai spek yang telah ditentukan hingga mengakibatkan banjir parah saat hujan. “Saya minta Pedestrian Kandangroda – Sentul tidak seperti Pedestrian Stadion Pakansari,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Sastra mengaku bingung karena material pembatas jalan yang digunakan belum menempuh izin laboratorium (Lab) terlebih dahulu, namun sudah cukup banyak dicetak oleh perusahaan.

“Seharusnya itu ada uji laboratorium terlebih dahulu, layak atau tidak masuk standar atau tidak apalagi dalam RAB-nya seharusnya itu buatan pabrikan bukan mandiri seperti ini. Ditambah lagi pegawainya kurang banyak hingga membuat pekerjaan ini kurang maksimal,” katanya.

Sastra meminta kepada kontraktor untuk jangan menggunakan material tersebut, sebelum ada hasil uji kelayakan dari laboratorium. “Bagi yang sudah dipasang tolong copot lagi itu,” pintanya dengan tegas.

Politisi Gerindra itu meminta semua pihak harus belajar dari yang sudah terjadi, setelah selesai pengerjaan kemudian terjadi banjir, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata drainase bermasalah ditambah lagi Uditch – Uditch yang belum terpasang mengganggu jalannya jalur pengerjaan proyek itu. Karena materialnya menghalangi jalan keluar masuk proyek dan juga akses masuk kerumah masyarakat.

“Tolong diliat lagi, kalau memang masih lama dipasangnya kita geser dulu Uditch yang belum terpasang itu, Supaya sama-sama enak lah, apalagi di masa pandemi gini, mereka juga sedang sulit lah, jadi kita mudahkan mereka untuk bisa berdagang di tempat itu,” tukas Sastra.

Senada disampaikan Konsultan Pengawas PT. Dress Cipta Rekayasa, Solihin. Ia membenarkan adanya ketidaksesuaian itu dikarenakan ada perubahan dan permintaan diarea tersebut.

“Jadi U-turn (putar balik) dari awal persepuluh meter itu memang sudah kami tandai dan kita beri space untuk pemasangan Manhole (tutup lubang) karena jika dibuat rapat nanti saat pengangkatan agak sulit. Awalnya memang begitu, cuma karena sekarang jadi U-turn (putar balik) kita akan memaksimalkan dan merapatkan semua U ditch yang berjarak,” jelas Solihin.

Dirinya pun mengatakan jika setiap minggu nya selalu melaporkan perkembangan Pekerjaan Pedestrian Jalur Kandangroda – Sentul kepada DPUPR Kabupaten Bogor termasuk adanya pembuatan material bangunan seperti percetakan kastin dan gorong – gorong yang dibuat secara mandiri tanpa dilakukan uji lab terdahulu.

“Kita belum menyetujui walaupun sebagian bahan material sudah di pasang namun belum kita rekomendasikan,” singkatnya.

Sekedar diketahui Pedestrian Kandang Roda – Sentul yang memakan anggaran Rp.84.029.000.000,00 dengan no kontrak 620/A.002-08.1025/PED-JL/PJJ.t/SPMK/DPUPR,tgl 31 Maret 2021 dalam waktu pelaksanaan 270 hari kalender dan PT. Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KSO) sebagai penyedia jasa, dan PT. Dressa Cipta Rekayasa sebagai pengawas pekerjaan, yang saat ini pekerjaan baru rampung sekitar 30 persen.

(Win’s)