Demi Keadilan Calon Kades Lilis Saodah Menyampaikan Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi

546

berantasonline.com ( Bogor ) – Guna mencari keadilan karena dizolimi dan dicurangi dalam Pilkades calon No.02 Lilis Saodah membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi Dodo, di rumahnya Kp Bubulak RT 01/ RW 03 , Desa Cadasngampar, Sukaraja, Bogor, Rabu (13/11).

Mengawali surat terbukanya Lilis Saodah menyebutkan, salam hangat untuk bapak presiden Jokowi Dodo, salam hormat dari warga Desa Cadasngampar. Kami masih belajar melaksanakan pesta demokrasi jujur adil dan bersih, kami sedang belajar menegakan aturan hukum tanpa ekses, kami sedang belajar menahan diri disaat dicurangi, disakiti, dibodohi saat Pilkades 3 Nopember 2019 lalu, oleh rival kami sang petahana calon No.01, Jejen.

Kami merasa tersakiti ketika Pilkades menggunakan joki orang luar, menggunakan hak pilih bukan warga desa setempat untuk kemenangan No.01 Jejen, HCR warga Jawa Timur, kini kasus pidanaya sedang berproses di penyidik Polres Bogor, kami tersakiti atas perbuatannya dengan selisih 15 suara, No. 01 dalam rakap meraih 2.082 suara, No. 02 meraih 2.067 suara dari 4.250 suara masuk dengan DPT 4.923 hak pilih, sangat tipis karena curang di Dapil II KPPS Desa Cadasngampar.

Kami merasa tersisihkan ketika rival kami sang petahana mempergunakan kekuasanya selaku patahana, melibatkan oknum perangkat desa, para istri istrinya, para RT RW, LPM,Kader kesehatan, P3N, berkampanye untuk kemanangan petahana, melibatkan Ust dengan mengelaborasi soal kepemimpinan perempuan ( gender ), jelas jelas hal tersebut tidak dibenarkan karena ada aturannya soal gender, itu sangat merugikan kami sebagai calon No. 02 dari perempuan.

Dengan adanya kecurangan memanipulasi suara dan data berdampak buruk bagi kemajuan demokrasi, kami minta Bapak Presiden Jokowi Dodo untuk minindak tegas bagi mereka yang menjalankan intrik politik hanya karena syahwat kekuasaan, demi tegaknya demokrasi yang berkualitas dan melahirkan seorang berintegritas, demikian surat terbuka Lilis Saodah calon No.02.

Sehari sebelumnya Lilis Saodah bersama Jhon P. Simanjutak, SH, MH, penasehat hukumnya mengikuti undangan mediasi di Kantor Kecamatan Sukaraja, semua argumen hukum, fakta, data, tidak menemukan kata sepakat alis buntu, sehingga mediasi berikutnya naik ke tingkat Kabupaten, dalam hal ini di Sekda Kabupaten Bogor selaku Ketua Pilkades tingkat Kabupaten .

Bahkan pihak penasehat hukum 02 meminta agar Bupati Bogor Ade Yasin mempertimbangkan tidak gegabah menetapkan petahana sebagai pemenang, karena proses hukum di Polres Bogor masih berjalan untuk tindak pidanaya, bahkan secara perdata akan ditempuh ke PTUN, ujar Jhon P. Simanjuntak, SH, MH.

(Sam)