Debat Pilkada Kota Depok Akan Digelar Hari ini

31

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Depok akan menyairkan debat calon Walikota dan Wakil walikota Depok 2020.

Debat perdana ini disiarkan langsung di stasiun televisi iNews dan juga dapat kita saksikan melalui kanal resmi YouTube KPU Kota Depok.
Minggu 22 Nopember 2020 jam 15:00 hingga 17:00 WIB.

Debat perdana ini akan mempertemukan pasangan calon nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia melawan pasangan calon nomor urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.

Pradi Supriatna yang saat ini menjadi wakilnya Idris di pemerintahan akan berusaha menduduki kursi Depok nomer satu.
Ia berpasangan dengan Afifah Alia, kader perempuan PDI-P yang gagal lolos ke Senayan pada Pileg 2019 lalu.

Pradi-Afifah diusung oleh koalisi gemuk terdiri dari 33 partai di DPRD Kota Depok, yakni Gerindra, PDI-P, Golkar, PAN, PKB, dan PSI, serta 7 partai lain di luar parlemen.

Dan nomer urut dua, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad dari kalangan non partai yang diusung oleh PKS, akan berupaya menduduki kursi nomer satu untuk periode yang kedua.

Ia berduet dengan kader PKS, Imam Budi Hartono yang telah dua periode duduk di DPRD Jawa Barat.

Idris-Imam diusung 17 kursi di parlemen, yakni melalui PKS, Demokrat, dan PPP serta Partai Berkarya di luar parlemen.

Debat publik perdana ini akan mengambil tema tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan hukum dalam era kebiasaan baru.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menjelaskan, lantaran situasi pandemi Covid-19, hadirin dalam debat publik perdana nanti dibatasi, alias tidak dihadiri pendukung masing-masing kandidat.

Hanya dihadiri yang terdiri dari masing-masing pasangan calon dan tim kampanye 10 orang, KPU Kota Depok 10 orang, Bawaslu Kota Depok 10 orang, Forkopimda 6 orang, dan Bawaslu Jabar masing-masing 1 orang,” jelas Nana , Sabtu (21/11/2020).

Ke depan, KPU Kota Depok menjadwalkan 2 kali lagi debat publik, yakni pada 30 November dan 4 Desember 2020.

Nana berharap, debat publik yang dihelat hingga tiga kali dapat mendokrak partisipasi pemilu yang dikhawatirkan merosot di tengah pandemi.

“Kami ingin memaksimalkan pelayanan kepada pasangan calon. Dalam ketentuannya, kami maksimal dapat melaksanakan tiga kali (debat), maka kita laksanakan tiga kali,”

Nana berharap pasangan calon dapat memaksimalkan elaborasi visi-misi program mereka. Semakin banyak debat semakin banyak kesempatan calon menyampaikan visi dan misinya, demikian ucap Nana Subharna.

Achmad Hudori