Dandim 0606 Kota Bogor Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Dreded

41

Berantasonline.com KOTA BOGOR – Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa pahlawannya, Apabila suatu bangsa tidak memiliki pahlawan berarti sama saja bahwa bangsa tersebut tidak mempunyai hal yang dibanggakan.

Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kota Bogor selenggarakan hari pahlawan pada 10 November 2018 yang ke 71 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded Kec. Bogor selatan, Letkol ARM Dody Suhardiman Dandim 0606 Kota Bogor selaku inspektur upacara dan tim paduan suara dari SMAN 4 Kota Bogor,  turut hadir pada upacara Walikota Bogor berserta Wakil Walikota, Anggota DPRD Kota Bogor,para muspida, TNI, POLRI,para veteran dan organisasi kepemudaan.

Semua warga negara bisa menjadi pahlawan sesuai dengan bidangnya masing-masing semangat kepahlawanan harus selalu tertanam dalam dada kita semuanya,karena bangsa ini butuh kontribusi tidak hanya pemerintah atau seseorang saja demi kemajuan suatu bangsa.

Disampaikan Letkol ARM.Dody Suhardiman Dandim 0606 Kota Bogor dalam wawancara dengan media, Persaingan semakin ketat dengan era digital 4.0 seperti sekarang ini, setiap warga berhak untuk berbuat yang terbaik dibidangnya. Disebut pahlawan karena ada pengorbanannya, makanya kita kalau ingin disebut pahlawan ya harus rela berkorban”, ucapnya.

Namun, ada yang sedikit berbeda dalam upacara kali ini. Pasalnya, dalam upacara Hari Pahlawan hari ini dihadiri oleh  pejuang veteran dari pasukan siliwangi asal Kota Bogor yang pernah longmarch beberapa bulan perjalanannya.

Kolonel Sjamsoeddin ( Purn ) pangkat terakhirnya beliau salah seorang pejuang veteran dari sekian banyak yang hadir dalam upacara peringatan hari pahlawan 2018 ini menceritakan kepada awak media ” awal perjuangan di kerawang,karena sifatnya bergerilya jadi bisa pindah pindah tempat sampai ke Jawa Tengah waktu penumpasan PKI.

Lanjutnya, karena kita dari divisi siliwangi maka otomatis harus kembali lagi ke Jawa Barat, pernah longmarch selama 2 bulan dan saya berjuang dari mulai tahun 1945 sampai 1949 akhir dalam perjuangan revolusi. Menjadi salah satu anggota dari komandan Umar Wirahadikusumah, dan saya berpesan kepada generasi sekarang untuk selalu didasari dengan keikhlasan dan persatuan dalam membangun negeri ini “, ungkapnya.

Acarapun diakhiri dengan tabur bunga dan berdo’a untuk para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan dan berkorban untuk negeri tercinta ini dalam meraih kemerdekaan.

(DG79)