Cep Torik : Bima Arya Jangan Mempermainkan Orang Sunda

76

Bogor, BERANTAS

Buntut Protes keras Aliansi Sunda anti GLOW KBR berlanjut, dengan Surat Pernyataan Sikap kepada Walikota Bogor Bima Arya tentang kemelut Kebun Raya Bogor (KRB) karena Walikota dianggap tidak tegas.

Persoalan diserahkannya pengelolaan KRB kepada pihak Swasta sebagai tempat wisata malam dengan pancaran sinar lampu dipepohonan/Glow, dinilai akan berdampak pada perusakan ekosistem hutan kota KRB.

Tjetjep Thoria selaku kordinator demo, setelah menelaah Surat Sikap Walikota Bogor yang seolah olah hanya manuver penyelamatan diri sebagai Kepala Daerah, “Kuring moal bisa dipepende, ulah ngulinken orang sunda (Saya tidak bisa dimainkan dan jangan coba coba mempermainkan orang sunda). Apapun alasannya Walikota wajib mendukung gerakkan kami dalam mempertahankan kearifan lokal Kebun Raya Bogor, sebagai aset sejarah orang Bogor”, tegasnya.

Sementara itu, Kang Lutfi selaku penggagas Aliansi Sunda mengatakan, “Aing moal eren ngajagi Hutan luluhur kuring Kebon Raya Bogor, nu di acak-acak ku jalma nu te hargaan kahormatan orang sunda. (Saya tidak akan berhenti untuk mempertahan dan memperjuangkan Aset Leluhur Kami Kebun Raya Bogor. Saya akan terus berjuang mengusir orang orang yang akan merusak Ekosistem Hutan Lindung, apa lagi didalam ada makam leluhur kami yg harus dijaga dari kepunahan”, pungkasnya.

(Ii Syafr)