Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Sumenep Bentuk Kampung Tangguh

18

SUMENEP, BERANTAS

Pemerintah Kabupaten Sumenep , membentuk Kampung Tangguh Semeru itu bisa mencegah percepatan dan penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Pembentukan Kampung Tangguh Semeru untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19, selain itu juga ingin membangkitkan gerakan gotong royong masyarakat dalam mencegah penyebaran Virus Corona,” terang Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Peresmian Kampung Tangguh Semeru Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget, Kamis (28/05/2020).
Pembentukan Kampung Tanggguh Semeru sasarannya adalah kecamatan termasuk zona merah utamanya di desa yang sudah ada warga terkonfirmasi positif corona, dan di desa banyak warga pendatang dari luar daerah.
Dikatakan bupati dua pereode ini, tujuannya agar desa dengan Kampung Tangguh Semeru bisa melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Hal itu imbuhnya, supaya tidak menginfeksi warga di daerah lainnya,
“Dan hal itu sekaligus tangguh dalam menyelesaikan persoalan dampak wabah Covid-19 di masyarakat, seperti masalah pangan, kesehatan, ketahanan keamanan atau sosial sampai pemakaman jenazah sesuai protokol,” terangnya.
Kampung Tangguh Semeru di Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget melibatkan partisipasi masyarakat desa setempat, untuk bergotong royong melaksanakan kegiatannya.
Dan, Kepala Desa Marengan Laok ini melibatkan pemuda sebagai relawan yang menjalankan programnya. “Tugasnya adalah di antaranya bertugas melakukan pendataan ke dusun-dusun warga pendatang dan penguburan jenazah, sekaligus bersama petugas medis untuk pemeriksaan kesehatannya. ,” tandasnya.
Peresmian Kampung Tangguh Semeru ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati didampingi Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriyadi, S.I.K, M.I.K, Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna dan Kepala Desa Marengan Laok Dasuki Wahyudi.
Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriyadi, S.I.K, M.I.K mengungkapkan, pihaknya memprioritaskan pembentukan Kampung Tangguh Semeru di lima kecamatan yang termasuk zona merah, yakni Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Saronggi, Rubaru dan Kecamatan Talango.
Sampai saat ini, pembentukannya baru dilakukan di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kota di Perumahan Satelit dan Kecamatan Kalianget di Desa Marengan Laok, sedangkan Kecamatan lainnya menyusul dalam waktu dekat ini.
“Pastinya kami ingin pembentukan Kampung Tangguh Semeru tidak hanya fokus di lima kecamatan zona merah saja, tetapi seluruh Kecamatan di Kabupaten Sumenep juga membentuk Kampung Tangguh Semeru, untuk mengajak masyarakat bergotong royong mencegah penyebaran dan penanganan dampak Covid-19,” jelasnya.
Pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dalam rangka membantu relawan Kampung Tangguh menjalankan tugasnya, di antaranya bidang kesehatan untuk relawan penguburan jenazah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, RSUD dr. H. Moh. Anwar dan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, agar memberikan pelatihan tentang pemulasan atau pemandian dan penguburan jenazah Covid-19.
Menurutnya, para relawan melalui pelatihan itu bisa menangani sendiri apabila ada warga yang meninggal karena Covid-19 di desanya, mulai dari pemulasan sampai penguburannya. (aln)
Pada acara tersebut, Kapolres Sumenep menyerahkan bantuan kepada desa melalui Kepala Desa setempat, antara lain berupa satu kwintal setengah beras, Alat Pelindung Diri (APD), alat semprot, masker dan sarung tangan.

(MAM)

Ket gambar : Bupati Sumenep Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, mealakukan pembentukan kampung tangguh semeru untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19