Camat Beji Minta Dana Bansos Yang Dipotong Pengurus RW Segera Dikembalikan

209

Depok, BERANTAS

Setelah viral di media online dan media sosial terkait adanya pemotongan dana bansos sebesar Rp 50.000 oleh pengurus RW 05 Kel. Beji dengan alasan untuk perbaikan ambulance, mendapat reaksi dari Pelaksana Tugas (Plt) Camat Beji, Hendar Fradesa.

Ia bersama jajaran langsung melakukan penelusuran ke wilayah RW 05, Kel Beji, Kec. Beji, dan meminta agar dana bansos yang telah dipotong oleh pengurus RW setempat segera dikembalikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kami mengambil langkah kongkret dengan meminta pengurus RW untuk mengembalikan dana yang telah dihimpun,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Camat Beji, Hendar Fradesa di Kantor Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (30/7).

Hendra menyayangkan atas terjadinya peristiwa tersebut, “Pertemuan langsung digelar dengan pihak terkait agar segera terselesaikan. Saya langsung berkoordinasi dengan Lurah Beji agar bertemu dengan pengurus lingkungan di RW 05. Dan telah disepakati dana akan dikembalikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” jelas Camat.

Menurut Hendar, dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pengurus RT/RW terkait aturan bansos.
Salah satu aturannya, yakni tidak diperkenankan untuk melakukan pemotongan dengan alasan apapun.

“Terkait dana pemotongan itu untuk perbaikan ambulance, itu mobil hibah dari salah seorang warga dan memang dalam keadaan kurang baik sehingga perlu perbaikan.
Namun, kebijakan untuk melakukan pemotongan dana bansos tidak boleh dengan alasan apapun,” katanya.

“Berkaca dari beberapa kasus yang pernah terjadi, kami mengingatkan kepada siapapun yg terlibat dalam pendistribusian bansos, harus sesuai dengan aturan yg telah ditetapkan. Kami menghimbau untuk tidak ada pemotongan atau pengurangan nilai Bansos dengan alasan apapun,” jelas Hendar.

Ia berharap, kedepannya pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusian dapat melakukan tindakan pencegahan. Dengan begitu, tidak terjadi lagi kejadian yang serupa.

“Dalam penyaluran bansos, kami pihak kecamatan dan kelurahan sama sekali tidak terlibat. Menurut kami seharusnya bantuan tersebut diantar langsung ke KPM untuk menghindari peluang terjadinya pemotongan dan kerumunan saat PPKM Darurat. Penyalur bisa door to door ke rumah warga sedangkan pengurus lingkungan hanya menunjukkan rumah KPM,” jelasnya.

Sementara itu Ketua RW 05 Kelurahan Beji, Sukeri membantah bahwa uang itu merupakan pemotongan BST, tapi merupakan donasi. Ia juga menepis kabar bahwa uang itu digunakan untuk bensin ambulans.

“RW memang memiliki fasilitas ambulans swadaya. Saat ini, mobil itu butuh direparasi karena operasionalnya sedang padat. Karena turun mesin, perlu biaya cukup banyak. Maka kita sepakat, untuk momen yang tepat ini, kita gunakan untuk donasi perbaikan mobil karena operasional sangat mendesak. Jadi, bukan pemotongan, apalagi untuk bensin yang tidak seberapa,” kilahnya.

(Achmad Hudori)

Warga Beji Mengeluh Dana Bansos Dipotong Rp 50 Ribu