Bupati Sumenep Mendukung Program Pelestarian Budaya Ditjen Kebudayaan

67

Sumenep Berantas

Bupati Sumenep Achmad Fausi,SH kemarin di Pendopo Agung Sumenep kedatangan tamu budayawan
Ach.Chairul Ramadani salah satu penggiat Budaya yang ditugaskan langsung dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkordinasi langsung tentang seni budaya yang ada di Kabupaten Sumenep.

Ach. Chairul Ramadani adalah pemegang mandat langsung dari Derektorat Jenderal Kebudayaan serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pihaknya menyampaikan kepada Bupati Ach.Fausi tentang keberadaan program pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Sumenep. Ach.Chairul Ramadani kebetulan ditugaskan semenjak tanggal 2 januari sampai bulan Desember 2021 oleh Kemendikbud.

Dalam Tugas Ach.Chairul Ramadani untuk Kabupaten Sumenep dengan melakukan pendampingan langsung tindak lanjut dari Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) di Sumenep dengan melakukan pendataan potensi Kebudayaan dan juga melakukan pendataan pelaku seni serta berbagai kesenian dan kebudayaan yang ada dikabupaten Sumenep.

Bupati Ach.Fausi sangat antusias dan siap memfasilitasi serta mendukung adanya program pelestarian budaya yang dicanangkan oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbud di Kabupaten Sumenep.

“Untuk itu selanjutnya kita akan jadwalkan pertemuan rutin paling tidak seminggu sekali bersama penggiat budaya dan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Disparbudpora,” tutur Ach.Fausi Bupati Sumenep.

Jadi pertemuan silaturrahmi Bupati bersama Ach.Chairul Ramadani dalam membahas mengenai usulan pembentukan Tim Data Pokok Kebudayaan Sumenep serta tentang pemutakhiran data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), sebab hal ini ada temuan dilapangan seperti adanya Sanggar Tari, data di PPKD ada 39 sanggar ternyata dilapangan tidak sampai 10 sanggar.

Kata Ach.Chairul Ramadani, beragam kebudayaan dan kesenian yang masih aktif dan kultural ditengah tengah masyarakat sumenep, hal ini tentu pada tiap kelompok Seni dan Budaya di Kabupaten Sumenep sangat dibutuhkan penataan data valid tentang keberadaan pelaku seni, tenaga budaya, dan keberadaan Kelompok Kesenian, sebab apabila data yang di input kurang benar maka akan berdampak pada pelestarian kesenian dan budaya daerah Kabupaten Sumenep.

(Mam)