Bupati Pesisir Barat Hadiri Temu Lapang Tanam Perdana Padi Tahun 2018

158

berantasonline.com (Krui) – Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal, menghadiri acara temu lapang tanam perdana padi kabupaten pesisir barat tahun 2018, di pekon Mon Kecamatan Ngambur, Selasa (26/11).

Pada kesempatan itu, Agus menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten pesisir barat  berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin ketersedian pangan dengan jalan meningkatkan produksi hasil  pertanian terutama padi.

“Hal tersebut dikarenakan bahwa stabilitas nasional erat kaitannya dengan kecukupan dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat”, jelasnya.

Dikatakanya juga, langkah tersebut adalah upaya dalam menjamin ketersedian pangan dan masuk dalam rencana kerja pemerintah kabupaten Pesisir Barat dan menjadi salah satu program prioritas, mengingat jumlah penduduk semakin meningkat dan dibarengi dengan kebutuhan pangan yang semakin meningkat pula.

Sementara ketersedian lahan terutama lahan sawah semakin sempit yang disebabkan dengan adanya alih fungsi lahan.

“Dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan tersebut diperlukan kesamaan persepsi, keterpaduan teknologi dan sinkronisasi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan”, jelasnya.

Menurut Bupati, potensi sumberdaya lahan pertanian di kabupaten termuda di provinsi lampung itu cukup srategis yaitu mencapai 224.681 ha, dimana luas lahan sawah 8.778 ha, sedangkan luas lahan kering yang dapat digunakan untuk pertanian tanaman pangan seluas 20.886 ha.

Selanjutnya peruntukan lahan pertanian lainnya antara lain untuk perkebunan, perikanan, dan hutan rakyat. “Apabila sumber daya ini terus kita kelola dengan baik ditambah dengan masukan teknologi budidaya yang sempurna, maka target pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten pesisir barat insya allah akan tercapai”, tuturnya.

Berdasarkan data statistik pertanian tahun 2017 rata-rata produktivitas padi di kabupaten pesisir barat adalah 5,28 ton/ha. Hasil ini tentunya mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 5,13 ton/ha.

Masih kata bupati, “Produktivitas ini terus kita tingkatkan dengan berbagai upaya. adapun salah satu upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten pesisir barat pada tahun 2018 ini adalah dengan memberikan bantuan benih padi seluas 9.961 ha yang diberikan kepada 150 kelompok tani.

Dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan tersebut diperlukan kesamaan persepsi, keterpaduan teknologi dan sinkronisasi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Potensi sumberdaya lahan pertanian di kabupaten pesisir barat cukup srategis. Selanjutnya peruntukan lahan pertanian lainnya antara lain untuk perkebunan, perikanan, dan hutan rakyat. “Apabila sumber daya ini terus kita kelola dengan baik ditambah dengan masukan teknologi budidaya yang sempurna, maka target pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten pesisir barat insya allah akan tercapai”, tandasnya.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian, pemerintah kabupaten Pesisir Barat, menggulirkan beberapa program pertanian yaitu; pembangunan pintu air, dam parit, long storage, embung dan rehab jaringan irigasi; bantuan alat dan mesin pertanian baik pra panen maupun pasca panen; bantuan benih dan pupuk bersubsidi untuk tanaman pangan ( padi, jagung dan kedelai)

Bantuan sarana pengendalian organisme pengganggu tanaman (opt); bantuan benih dan bibit tanaman hortikultura; bantuan bibit tanaman kelapa dalam dan cengkeh; bantuan bibit ternak ruminansia dan penetapan sapi krui sebagai varietas unggul kabupaten pesisir barat;

Asuransi bagi usaha tani padi dan ternak sapi; bantuan operasional bagi penyuluh pertanian kabupaten pesisir barat.

Program–program pemerintah tersebut diharapkan dapat memberikan stimulan / semangat bagi para petani di kabupaten pesisir barat dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian.

Sektor pertanian tentunya tidak bisa bekerja sendiri namun harus didukung oleh instansi terkait, seperti irigasi dan jaringannya oleh dinas pekerjaan umum, pemasaran oleh dinas perindakop, permodalan dari lembaga keuangan (perbankan) serta sarana dan prasarana lainnya dapat difasilitasi oleh pemerintah.

Tersedianya semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan harus didukung pula oleh sumberdaya manusia yang handal, yaitu unsur  teknis dari dinas pertanian serta penyuluh pertanian lapangan (ppl) dalam rangka membimbing dan membina petani.

Agus Istiqlal berharap kepada semua petani yang ada di kabupaten pesisir barat untuk terus berpacu dalam usaha pertaniannya, ikuti petunjuk yang diberikan penyuluh pertanian lapangan dan jalin hubungan komunikasi yang baik. Harap Bupati.

(Benk)