Bupati Lampung Tengah Menyusul Ditangkap KPK

62

berantasonline.com (Jakarta) – Menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/2) di Lampung Tengah dan Jakarta, pada Kamis malam (15/2) Penyidik KPK menangkap Bupati Lampung Tengah Mustafa bertempat di Bandar Lampung.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di Mapolda Lampung, Mustafa langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dengan ditangkapnya Mustafa maka total yang diamankan KPK berjumlah 19 orang.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dalam jumpa pers Kamis malam di Jakarta menjelaskan, dari hasil pemeriksaan selama 1 X 25 jam telah ditetapkan 3 orang tersangka sebagai pemberi Taufik Rahman Kepala Dinas Binamarga Kab Lampung Tengah, berikutnya J. Natalius Sinaga Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah sebagai penerima suap, dan Rusliyanto anggota DPRD juga sebagai penerima suap, yang lain ada yang dilepaskan karena tidak terbukti.

Selain itu masih terdapat para terduga lainnya termasuk Bupati Lampung Tengah akan dilakukanpemeriksaan Mereka akan diperiksa selama 1X 24 jam untuk menentukan status mereka selanjutnya.

Mereka yang telah diamankan oleh KPK terdiri dari Mustafa Bupati Lampung Tengah, J. Natalius Sinaga Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto Anggota DPRD,  ZA anggota DPRD, RR anggota DPRD, IK anggota DPRD, S sekretaris DPRD, Taufik Rahman Kepala Dinas Binamarga Lampung Tengah, ADR Kabid PUPR, SNW PNS, AAN PNS, I Staf Dinas PU, K PNS, N swasta, A swasta, KDK swasta, I ajudan Bupati, dan 2 orang lainnya sebagai supir

Sebelum diamankan di Bandar Lampung, Mustafa mengatakan siap mendukung KPK dalam penegakan hukum dan siap memenuhi panggilan KPK jika dibutuhkan.

Diperoleh keterangan sebelumnya, Pemerintah Kab Lampung Tengah mengajukan usulan pinjaman Rp 300 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), usulan tersebut tidak mendapat persetujuan DPRD dengan alasan tidak menampakkan asas keadilan.

Terkait dengan OTT KPK sebelumnya di Lampung Tengah Bandar Lampung dan Jakarta, Rabu (14/2), Bupati Lampung Tengah Mustafa diduga telah memberikan arahan untuk memberikan uang suap kepada anggota DPRD stempat sebesar Rp 1 miliar lebih guna memuluskan pinjaman uang Rp 300 miliar kepada Persero dibawah Kementerian Keuangan.

Uang Rp 1 miliar tersebut berasal dari para pengusaha dan lebih dari Rp 100 juga berasal dari dana taktis Bupati.

Apabila pinjaman tersebut berhasil, akan digunakan membangun infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Tengah. (Suhendi/red.1)