Bupati Kudus Korupsi Untuk Bayar Cicilan Mobil

645

berantasonline.com (JAKARTA) 

Bupati Kudus Jawa Tengah, M. Tamzil seusai diperiksa KPK, Sabtu siang (27/7) di Gedung Merah Putih Jakarta kepada Wartawan yang mencegatnya mengaku tidak memegang uangnya, dia merasa tidak bersalah, “Itu Stafsus saya”, ujarnya.

Ia menyalahkan Staf Khususnya yang melakukan korupsi. Bupati M. Tamzil berdalih dia tidak bersalah sama sekali.

Sabtu siang (27/7), Bupati Kudus M. Tamzil resmi ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka bersama dua orang Staf khususnya, yakni Agoes Suranto (Ato) dan Achmad Sofyan Plt. Sekretaris Dinas DPPKAD Kab Kudus (ASN).

Dari hasil pemeriksaan uang suap yang diterima M. Tamzil sebesar Rp 250 juta yang digunakan untuk keperluan bayar cicilan mobil, yang diindikasikan ada hubungannya dengan pengisian jabatan perangkat dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Ketiga tersangka langsung ditahan untuk 20 hari kedepan guna pemeriksaan lebih lanjut. M. Tamzil disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b Atau Pasal 11 atau Pasal 12.B Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 (1) ke 1 KUHP.

Sebagaimana diketahui sebelumnya pada tanggal 24 Pebruari 2004 lalu M. Tamzil telah diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi oleh Pengadilan negeri Semarang dihukum 1 tahun 10 bulan penjara denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan, dan terbukti menyelewengkan uang negara Rp 21,8 Miliar Anggaran Pendidikan Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2004.

Dalam kasus tersebut Bupati M. Tamzil mengaku tidak ada kerugian negara, “itu cuma salah prosedur”, ujarnya berdalih.

(nia/red.1)