Bupati Busyro Karim Pantau Penyemprotan Masjid Jami’ Sumenep

33

beantasonline.com Jatim

Menyebarnya Virus Corona ditengah masyarakat juga menjadi perhatian Bupati Sumenep Busyro Karim usai gelar Press Conference bersama Forkopimda dan awak media di Masjid Jami’.

Konferensi tersebut berisi himbauan pemerintah Sumenep terhadap wabah Covid-19 yang semakin merebak di negara bendera merah putih ini. Tidak hanya masyarakat biasa yang terjangkit tapi para dokter juga para perawat menjadi korban virus corona. Dalam pantauan itu, semua area Masjid Jami’ Sumenep disemprot Disenfektan untuk mengantisipasi keberadaan virus corona yang terkenal ganas.

“Saya sampaikan untuk sementara waktu, lebih baik kita melaksanakan ibadah di rumah dulu, hal ini demi menjaga keselamatan kita dari wabah Covid-19,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga sudah mengeluarkan Surat Edaran kepada sumua OPD, Tomas, Toga, Pengasuh Pondok Pesantren, Takmir Masjid/Mushalla untuk melakukan pola hidup sehat dan tidak mengadakan kegiatan yang menghadirkan banyak massa.

“Kami juga sudah melakukan penyemprotan desinfektan ke beberapa fasilitas umum, seperti kantor OPD, tempat ibadah, Pondok Pesantren, pasar, terminal, dan lain-lain. Kami juga menutup tempat wisata yang dikelola pemkab. Harapannya juga diikuti oleh masyarakat, baik tempat religi, cafe,” katanya, (24/3/2020).

Berhubung kesejahteraan masyarakat, dalam membantu beban masyarakat bidang ekonomi, Pemerintah Daerah akan mengadakan pasar murah.

“Semoga upaya pemkab disambut dan diikuti masyarakat, kami juga akan mengadakan pasar murah di beberapa Kecamatan, agar masyarakat tidak panik dengan wabah ini,” jelasnya.

Hasil pemantuan Covid-19 di masing-masing Kecamatan se Kabupaten Sumenep, sampai dengan hari Selasa tanggal 24 Maret 2020 pukul 07.00 WIB, ODR (Orang Dalam Resiko) sebanyak 690 orang. ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 12 orang. PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sudah tidak ada.

(hry)