Bupati Bogor Ade Yasin Didaulat Sebagai Ibu Pembangunan Desa

58

Bogor, BERANTAS

IPB University menyebut peran Ade Yasin Bupati Bogor dalam upaya membangun Desa sangat luar biasa. Mulai dari program padat karya Satu Milyar Satu Desa (Samisade) hingga program Sekolah Pemerintahan Desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Sofyan Sjaf, Wakil Kepala LPPM Bidang PM IPB University, yang juga penggagas Sekolah Pemerintahan Desa saat memberikan sambutan pada acara Opening Ceremony Sekolah Pemerintahan Desa, di Auditorium Setda Kab. Bogor, Cibinong, Senin (13/8/2021).

“Ibu Bupati ini sangat luar biasa, dengan program Samisade dan dimulainya Sekolah Pemerintahan Desa, maka saya rasa kita pantas menyebut beliau sebagai Ibu Pembangunan Desa,” terang Sofyan Sjaf penulis Buku Data Desa Presisi tersebut.

Akademisi IPB University itu mengatakan, bahwa nantinya Data Desa Presisi akan menjadi bahan praktikum pada Sekolah Pemerintahan Desa.

Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) bertujuan untuk meningkatkan percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor. Yakni dengan menugaskan staf pemerintahan desa untuk dibina secara teori dan teknis mengenai tata kelola pemerintahan yang baik. Output kegiatan SPD akan menghasilkan Data Desa Presisi (DDP), yang dapat dijadikan acuan untuk perencanaan dan percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor.

Di saat yang sama, Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar alias Gus Udin, mengatakan bahwa sangat tepat jika Ade Yasin Bupati Bogor disebut sebagai Ibu Pembangunan Desa, karena beliau punya strategi bagaimana percepatan pembangunan Desa.

“Saya sepakat jika Ade Yasin didaulat sebagai Ibu Pembangunan Desa, karena ia memiliki empat strategi percepatan pembangunan desa yang tertuang dalam Pancakarsa,” kata Gus Udin.

Kandidat Doktor Ilmu Politik UIN Jakarta ini menjabarkan empat strategi tersebut. Pertama, peningkatan SDM melalui Sekolah Pemerintah Desa. Kedua, meningkatkan ekonomi melalui penguatan Bumdes dan Festival Wisata Desa. Ketiga, meningkatkan infrastruktur melalui program Samisade. Dan keempat, penuntasan program jembatan rawayan serta meningkatkan digitalisasi desa melalui program Data Desa Presisi dan Lomba Video Profil Desa.

(B.I)