Bom Bunuh Diri Meledak Dari Motor Yang Membonceng Wanita Di Pintu Masuk Mapolrestabes Surabaya

390

berantasonline.com (Surabaya) – Bom bunuh diri kembali terjadi setelah sebelumnya meledak tiga gereja di Surabaya dan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, kali ini bom terjadi di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya Jl Sikatan No. 1, Surabaya, Senin (14/05) pukul 08.50 WIB.

Peristiwa bom bunuh diri yang mengguncang jantung kota Surabaya ini 4 anggota polisi jadi korban diantaranya Bripda M.Maupan, Bripda Rendra, Aipda Umar dan Briptu Dimas Indra. Kesemuanya mengalami luka cukup parah saat itu juga langsung dirujuk ke RS Bayangakara Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, selain 4 anggota korban tersebut ada orang sipil diantaranya Atik Budisetia Rahayu, Raden Ramadan, Ari Hartono, Ardi R, Putri dan A. Ropik, sesaat setelah kejadian para korban dilarikan ke RS Bayangkara, ujar Frans Barung Mangera.

Kejadian bom bunuh diri di portal pintu masuk Mapolrestabes Surabaya itu berawal dua sepeda motor beriringan hendak masuk dimana didepannya ada 1 unit mobil kijang warna hitam. Dua sepeda motor hendak masuk tersebut terlihat membonceng wanita oleh petugas jaga disetop untuk dilakukan pemeriksaan.

Petugas Kepolisian berhamburan saat mendengar ledakan bom di depan pos Mapolrestabes Surabaya.

Ketika itu juga terjadi ledakan keras dari sepeda motor. Sontak para anggota lain seketika melakukan pertolongan, tak lama para korban segera dilarikan ke RS Bayangkara Surabaya.

Update terbaru kami belum bisa merilis berapa korban jiwa yang meninggal karena masih dilakukan pertolongan dan identifikasi di rumah sakit, itu sesuatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian dari tim forensik.

Setelah dilakukan sterilisasi di TKP jalan yang menuju Mapolrestabes Surabaya dilakukan blokade hingga radius 700 meter tidak diperbolehkan melintas atau masuk. Selain untuk melakukan penyelidikan dikhawatirkan masih ada jaringan teroris yang berada sekitar lokasi juga dimaksudkan untuk menghindari serangan berikutnya dari rekan para teror tersebut.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Jatim merilis 6 orang korban bom tewas dari gereja di Surabaya telah selesai dilakukan identifikasi oleh tim DVI RS Bayangkara Polda Jatim, keenam dari 17 korban bom bunuh diri jaringan JAD dan JAT telah diserahkan kepada keluarga mereka pukul 10.30 WIB.

Sementara sisanya baik itu korban bom ditiga gereja di Surabaya maupun dari Rusunawa Wonocolo Siadoarjo masih terus dilakukan identifikasi post mortem dan Antmortem (pemeriksaan primer dan sekunder) tim DVI RS Bayangkara Polda Jatim, akhir Frans Barung Mangera. (sam/red 1)