BI Sosialisasikan Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah di Kota Bogor

115

berantasonline.com (Bogor) – Sosialisasi penyuluhan dan pengenalan tentang uang asli dan uang palsu yang ditujukan pihak Bank BI kepada masyarakat di selenggarakan di aula Gedung Crysant Harmoni Yasmin jalan KH.Abdullah Bin Nuh kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Kamis (29/11/2018).

Pengenalan uang asli dengan uang palsu oleh pihak bank BI sangat antusias sekali di respon ratusan masyarakat yang hadir datang,khususnya Ibu-ibu PKK dari beberapa Kelurahan dan Kecamatan di kota Bogor.

Kegiatan acara dengan tema “Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Mata Uang”.Dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XI H.Ecky Awal Mucharam. Manager Divisi penanggulangan uang palsu Husni Halimi SE sebagai narasumber pihak bank BI, serta Iis Istiqomah selaku Ketua Panitia Penyelenggara dari Yasmina Foundation.

Rangkaian acara di mulai dengan pemaparan serta penjelasan kepada para masyarakat yang hadir khususnya ibu-ibu untuk mengenali ciri-ciri uang asli dan uang palsu serta cara melakukan penukaran uang di bank BI oleh Husni Halimi SE.

Proses penukaran uang di bank BI apabila mendapati uang rusak atau lusuh yang akan di tukar,pihak bank akan melakukan penggantian 100 persen,tanpa di kurangi sedikitpun kepada nasabah yang akan menukarkan uangnya.

“Ya akan kita ganti full tanpa kurang sedikitpun.itu pun harus di cek terlebih dahulu oleh petugas bank BI,apakah sesuai dengan kondisi fisik uang tersebut,”ucap Husni.

Adapun beberapa pertimbangan tentang uang yang di makan rayap,setelah sesuai dengan kesepakatan pihak bank dan sudah melalui pengecekan,pihak bank BI akan mengganti 70 persen dari uang yang dimakan rayap bahkan bisa lebih dari 70 persen.

Lanjut Husni. “Lain hal dengan uang yang terbakar hilang setengah.Itu tidak bisa langsung buru2 di ganti.harus kita cek ke laboratorium.karna harus kita cek lebih teliti tentang keasliannya.itu pun nominalnya tidak sedikit.semisal 50 juta.nanti kita adakan penggantian sesuai penghitungan dari pihak BI.”Tegas Husni.

Masih menurut Husni.”Satu lagi.apabila masyarakat mendapati uang palsu,untuk uang palsu kami tidak menerima penggantian uang tersebut,karna itu pihak bank tidak menerima penggantian uang palsu.”paparnya.

Di tempat yang sama H.Ecky Awal Mucharam saat wawancaranya kepada media mengatakan bagaimana cara pengenalan nilai nominal uang kepada para difabel yang harus mendapatkan perlakuan secara khusus terutama dalam kontek pengenalan uang.

“saya sangat mengapresiasi terutama sekarang dengan adanya tanda garis dua untuk para difabel, jadi artinya tanda khusus ini untuk mereka menjadi terfasilitasi.

Sudah saatnya dalam segala hal termasuk fasilitas umum, kesempatan kerja kita harus bisa mengadvokasi dan aktivasi buat para difabel. Dan harapan saya dengan pengenalan mata uang ini bahwa ternyata masyarakat masih minim pengetahuan terkait dengan keaslian uang, maka dari itu sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat khususnya bagi para peserta yang ikut hari ini. “pungkasnya.

“Di akhir acara pemberian Plakat dan penghargaan oleh H.Ecky Awal Mucharam dan Husni Halimi kepada beberapa peserta yang hadir,dilanjutkan dengan foto bersama.

(not)