Beri Penghargaan, Puan Sebut Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Kebanggaan Rakyat

25

Jakarta, BERANTAS

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi tim Paralimpiade Tokyo 2020, mulai dari atlet, pelatih dan para pengurus. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih atas prestasi membanggakan tim Paralimpiade Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan perolehan 9 medali.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Penyampaian Penghargaan Atlet Paralimpiade Indonesia, Tokyo 2020 oleh DPP PDI Perjuangan (PDIP). Acara digelar secara langsung dan daring, di mana Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan secara virtual.

“Biasanya setiap acara, saya mendampingi ibu ketum daring, nggak pernah hadir di kantor DPP PDIP. Baru hari ini saya setelah pandemik datang ke kantor ini karena ingin bertemu saudara-saudara sekalian, khususnya para atlet, pelatih dan pengurus tim Paralimpiade Tokyo 2020,” ujar Puan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Puan menyatakan kebanggaannya sebab saat Paralimpiade Rio de Janeiro 2016, dirinya hadir langsung untuk mendukung dan memberikan semangat bagi tim Indonesia. Ketika itu, Puan menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

“Alhamduliilah sekarang prestasi yang ada bisa meningkat jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saat Paralimpiade Rio de Janeiro kita hanya dapat 1 medali, sekarang kita punya 9 medali bahkan bisa punya 2 emas setelah puasa 41 tahun,” tutur Ketua DPP PDIP itu.

Puan juga mengungkapkan rasa bahagianya karena saat Paralimpiade Rio de Janeiro, posisi Indonesia hanya peringkat 76 dunia. Di Paralimpiade Tokyo, posisi Indonesia naik ke peringkat 43 dunia.

“Artinya kemajuannya hebat banget. Maka saya sangat mengapresiasi, saya sangat berterima kasih, dan ini merupakan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” sebut Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut pun bercerita saat dirinya pertama kali mendengar Indonesia berhasil mendapat emas di Paralimpiade Tokyo 2020 dari cabang olahraga bulutangksi ganda putri, Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah. Puan mengaku bergetar hatinya dan bisa membayangkan betapa bangganya tim Indonesia yang mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional itu.

“Setiap kali ada lagu Indonesia Raya dikumandangkan, kalau di negara orang itu, kita itu kaya bergetar. Nggak usah ditahan, airmata itu pasti mengalir. Apalagi di Paralimpiade yang sudah 41 tahun puasa medali emas. Saya bisa membayangkan bagaimana situasi haru biru, bangga, bahagia, menjadi satu,” ungkapnya.

Untuk itu, Puan mengharapkan agar prestasi tim Indonesia di ajang Paralimpiade terus dipertahankan. DPR RI sendiri dipastikan akan tetap mendukung, membantu, dan bergotong royong demi prestasi-prestasi atlet di Paralimpiade yang akan datang.

“Sebagai Ketua DPR RI, saya akan mengajak para anggota DPR-RI untuk terus mengingatkan dan mendorong Pemerintah, agar kebijakan-kebijakan publik yang ramah terhadap kelompok disabilitas untuk terus ditingkatkan,” tutur Puan.

“Kita ingin agar atlet-atlet Indonesia yang sudah menjadi kebanggaan bangsa di Paralimpiade turut merasa bangga karena tahu bahwa Negaranya, yaitu NKRI adalah negara yang terus bekerja memperhatikan kebutuhan kelompok disabilitas,” tambah cucu Bung Karno tersebut.

DPR ditegaskan akan mendorong negara hadir dalam pembinaan cabang-cabang olahraga yang memiliki potensi untuk mendapat medali. Terutama, kata Puan, di acara-acara tingkat dunia seperti Paralimpiade dan Olimpiade.

“Karena diperlukan gotong royong kita semua, jika kita ingin bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan di pentas-pentas olahraga tingkat dunia karena rasa bangga, terima kasih dan kebahagiaan dirasakan di seluruh hati rakyat Indonesia. Ini adalah suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia, karena merah putih berkibar kembali di Paralimpiade,” tegasnya.

Rasa terima kasih itu, menurut Puan, bukan hanya bagi atlet yang memperoleh medali. Sebab seluruh atlet, pelatih, dan pengurus tim Paralimpiade Indonesia sangat berperan dalam membawa prestasi yang mengharumkan nama Bangsa.

“Kami bersorak ketika kalian gembira dan kami ikut menangis ketika kalian bersedih. Kami tetap bangga, karena kami tahu atlet-atlet Paralimpiade dari Indonesia itu tangguh-tangguh mentalnya. Melihat kegagalan sebagai sebuah keberhasilan yang tertunda,” kata Puan.

Menurutnya, menang atau kalah, seluruh atlet Paralimpiade Tokyo 2020 sudah membuat Indonesia bangga. Puan mengatakan, seluruh tim Paralimpiade sudah berjuang keras untuk kebanggaan Merah Putih di kancah dunia.

“Kalian sudah menjadi sumber inspirasi bagi kami semua dan rakyat Indonesia. Kalian mengajarkan kepada kami tentang pentingnya kerja keras, dedikasi, yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah mimpi sebuah cita-cita,” jelasnya.

“Sekali saya ucapkan terimakasih kepada para atlet.. para pelatih dan seluruh tim Indonesia yang sudah membela kehormatan bangsa kita di Paralimpiade Tokyo 2020. Kalian adalah kebanggaan dan inspirasi bagi Indonesia,” imbuh Puan.

Dalam acara ini, Puan ikut memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan atlet yang mendapat medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020. Selain Puan, beberapa tokoh PDIP yang ikut memberikan penghargaan ke atlet Paralimpiade seperti Hasto Kristiyanto, Tri Rismaharini, Utut Adianto, Eriko Sotarduga, Djarot Saiful Hidayat, Sri Rahayu, dan Mindo Sianipar.

Seperti diketahui, kontingen Indonesia berhasil meraih dua emas, tiga perak dan empat perunggu di Paralimpiade Tokyo 2020. Selain Piagam, DPP PDIP memberikan bantuan uang tunai bagi atlet, pelatih, dan pengurus. Peraih medali emas mendapat bonus Rp 100 juta, peraih medali perak Rp 50 juta, dan peraih medali perunggu memperoleh Rp 25 juta.

Sementara itu atlet yang belum berhasil mendapat medali diberikan bantuan senilai Rp 10 juta, dan bagi pelatih serta pengurus tim Paralimpiade Indonesia diberikan bantuan oleh PDIP senilai Rp 50 juta. Berikut atlet-atlet Paralimpiade Tokyo 2020 peraih medali yang mendapatkan penghargaan dari DPP PDIP:

1. Parabadminton Ganda Putri (emas) – Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah

2. Parabadminton Ganda Campuran (emas) – Hary Susanto dan Leani Ratri Oktila

3. Parabadminton Tunggal Putri SL4 (perak) – Leani Ratri Oktila

4. Parabadminton Tunggal Putra SU5 (perak) – Dheva Anrimusthi

5. Parapowerlifting Putri 41 Kg (Perak) – Ni Nengah Widiasih

6. Paraatletik Putra 100 meter (perunggu) – Saptoyogo Purnomo

7. Paratenis meja Tunggal Putra (perunggu) – David Jacobs

8. Parabadminton Tunggal Putra SU5 (perunggu) – Suryo Nugroho

9. Parabadminton Tunggal Putra SU4 (perunggu) – Fredy Setiawan

(Red.1)